Oleh Reinhard R. Tawas
Jakarta, INDONEWS.ID - Tahun ini, Semenanjung Iberia - Spanyol dan Portugal akan merayakan 500 tahun keberhasilan manusia mengelilingi bumi untuk pertama kalinya dengan kembalinya kapal Victoria ke Sanlúcar de Barrameda 6 September 1522.
Sebenarnya, perayaan ini sudah dimulai 20 September 2019, hari dimulainya pelayaran Armada de Moluca 500 tahun sebelum diresmikan oleh Raja Spanyol Felipe VI. Tapi karena pandemi banyak acara yang dibatalkan.
Victoria adalah satu dari lima kapal Armada de Moluca yang dipimpin Ferdinand Magellan untuk mencapai Maluku melalui jalur Barat. Magellan tidak sampai ke Maluku karena terbunuh di Mactan, Filipina pada 27 April 1521.
Dalam pelayaran ini, Ferdinand Magellan membawa asistennya Enrique yang didapatnya di Malaka pada tahun 1511 ketika Portugis dipimpin Alfonse d’Albuquerque menaklukkan Malaka dan Magellan adalah salahsatu perwiranya.
Karena Magellan tewas, Sebastian de Elcano melanjutkan pelayaran ke Maluku. Ia dan 26 orang penyintas, ditambah tiga orang Ternate baru kembali ke Spanyol pada tahun 1522. Karena kenyataan ini klaim terhadap siapa yang pertama kali mengelilingi Bumi diberikan kepada Enrique oleh tiga pihak.
Pertama Harun Aminurrashid, novelis Malaya di tahun 1950an (Malaysia belum ada dan Malaya belum merdeka, masih jajahan Inggris). Kedua oleh Dr. Carlos Quirino ketika berpidato di Universitas Filipina pada 16 Juli 1980.
Terakhir oleh Helmy Yahya dan penulis pada 3 Februari 2010 melalui tulisan di Jakarta Post. Aminur Rashid menyebut dia orang Malaka yang berasal dari Sumatra. Dasarnya adalah wasiat Magellan yang menyebut Enrique asal Malaka, Penulis pelayaran mengelilingi bumi pertama ini yaitu Antonio Pigafetta menyebut Enrique dari Sumatra.
Dr. Carlos Quirino menyebut dia orang Filipina karena bisa berkomunikasi dengan penduduk Cebu, pulau di Filipina. Klaim kami adalah berdasarkan wawancara 27 (18 orang yang kembali bersama dan termasuk de Elcano dan Pigafetta, diwawancarai oleh Maximilianus Transylvanus asisten Carlos V Tahta suci - yang juga adalah Carlos I raja Kastilia/Spanyol.
Orang yang sama punya dua jabatan. Hasil wawancara (beberapa penulis sejarah menyebutnya interogasi karena dibuat di bawah sumpah) ini dituangkan dalam surat yang kemudian beredar sebagai buku “De Muluccis Insulis” (Kepulauan Maluku).
Para penyintas menyebut Enrique berasal dari Maluku. Klaim Harun Aminurrashid tentu dengan catatan Enrique kembali ke Malaka seperti yang dituangkannya ke dalam novel Panglima Awang, gelar yang diberikannya untuk Enrique. Klaim Carlos Quirino juga dengan catatan Enrique ketika kecil pergi ke Malaka.
Di novel “Enrique El Negro” Carla Pacis berdasarkan masukan Quirino, Enrique kecil disebut diculik bajak laut dan dijual ke Malaka.
Bukan Malaysia, Bukan Filipina
Cerita-cerita fiksi Malaysia dan Filipina ini dibantah oleh penulis-penulis/wartawan Malaysia dan Filipina. Jomo Kwame Sundaram, penulis Malaysia dalam tulisannya berjudul “Magellan, Inquisition, and Globalization yang dimuat di Jakarta Post 18 Maret 2021 menyebut “Malaysian memorialization has involved not only making history from fiction, but also creating new myths from history.”
Selang beberapa hari kemudian Michael Chua pada 27 Maret 2021 menulis di The Manila Times artikel dengan judul “All about Enrique, Who was not a Filipino”. Dari judulnya sudah jelas.
Setelah kematian Magellan di Mactan, Pelayaran ke Maluku dilanjutkan Sebastian de Elcano yang berhasil mencapai Tidore dan mengisi sangat penuh Victoria dengan cengkeh. Victoria kembali ke Spanyol dengan sisa 18 penyintas.
Sebenarnya, ada 27 penyintas, tapi yang sembilan orang pulang ke Spanyol beberapa waktu kemudian, karena ditahan Portugal di Cape Verde, di lepas pantai Barat Afrika, ketika mendarat untuk mengumpul makanan. Jumlah ini, bersama tiga orang Tidore yang dibawa Elcano hampir tidak pernah terungkap.
Dan tidak diungkap pula oleh dunia barat keberhasilan Enrique Maluku mengelilingi bumi 18 bulan lebih awal daripada penyintas-penyintas di Victoria. 27 penyintas tersebut bersaksi bahwa Enrique, asisten dan penerjemah Magellan, berasal dari Maluku.
Selain Maximilianus Transylvanus, Fransisco Lopez de Gomara, Gonzalo Fernandez de Oviedo, penulis-penulis sejarah Spanyol yang hidup semasa dengan para penyintas Armada de Moluca juga menyebut Enrique berasal ari Maluku.
Rommel Curaming PhD, pakar sejarah dari Universitas Brunei Darussalam, pada Webinar "Enrique Melaka/Maluku, History and Heritage War Between Indonesia and Malaysia" yang diselenggarakan Universitas Gajah Mada 8 Desember 2021, sebagai pembicara menyatakan keheranannya bahwa Indonesia "adem-adem" saja tentang Enrique, tidak seperti Malaysia.
"Padahal rasa memiliki Malaysia terhadap Enrique lebih terbangun karena cerita fiktif," katanya.
Sekaranglah waktunya bagi kita untuk merayakan Enrique Maluku sebelum puncak acara Semenanjung Iberia 6 September 2022. Enrique Maluku sudah melengkapi putaran keliling dunianya Maret 1521 ketika sampai di Cebu.
Mactan berada pada sekitar 123° Bujur Timur, Ambon berada pada sekitar 128°. Armada Maluku datang dari arah Pasifik. Enrique sudah melampaui titik dimana ia mulai sejauh sekitar 5° yang setara dengan kurang-lebih 550 Km.*
Reinhard R. Tawas