Bisnis

Pesona Air Terjun 7 Tingkat di PT Bukit Kausar, Anak Perusahaan PTPN VI

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 16/06/2022 16:33 WIB

Air Terjun 7 tingkat di PT Bukit Kausar, anak perusahaan PTPN VI yang menantang.

Jambi, INDONEWS.ID - Media Gathering PTPN VI mengungkap sejumlah hal menarik. Tak kalah menarik, Air Terjun 7 tingkat di PT Bukit Kausar, anak perusahaan PTPN VI yang menantang. 

Hal ini terungkap pada kegiatan media gathering ke PT Bukit Kausar, di Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Senin (13/06/22).

Perusahaan yang diakusisi PTPN pada tahun 2000 itu mencetak laba besar dan menjadi bagian profit Rp 270 Milyar PTPN VI tahun 2021. Catatan menarik lainnya, PT Bukit Kausar tak memiliki hutang perbankan.

Kembali ke Air Terjun 7 Tingkat, adalah salah satu hal yang menarik. Lokasinya, tak jauh dari lahan yang mengantongi sertifikat HGU Kementerian BPN tersebut.

Hanya menempuh perjalanan sekitar 30 menit, terdapat sebuah air terjun dan pemandangan bukit bak negeri di atas awan.

"Air terjun Callista namanya. Gak jauh, sekitar 30 menit, tepatnya di Lubuk Bernai," ungkap Adrian Alamsyah, Manager PT Bukit Kausar, Senin (13/06/2022).

Dari informasi yang dihimpun, objek wisata tersebut menyuguhkan pemandangan asri. Pesona air terjun Ratu Callista Irawan ini, memiliki 7 tingkatan. Kemudian lagi, terdapat sebuah kolam sebagai sarana renang pengunjung.

Menjunjung tinggi Core Values AKHLAK terlihat di PT Bukit Kausar. Kolaborasi berjalan dengan perbaikan infrastruktur, Loyal turut terlaksana mengelola wisata ini.

Caranya, mereka promosi wisata pada tamu lokal dan nasional insan BUMN berkunjung kesini.

"Kita bantu perbaikan infrastruktur jalan, kita pinjamkan alat berat. Kita promosi air terjun 7 tingkat, dengan membawa tamu berkunjung," katanya.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Faizal Riza turut berkomentar. Dewan dari Tanjabbar, tempat wisata ini berada, mengusulkan agar program CSR juga berfokus pada sektor pemberdayaan objek wisata. Ia melihat, sejauh ini Air Terjun Challista jauh dari perhatian publik.

"Pengembangan potensi pariwisata dengan membuat program yang cocok. Salah satunya, perbaikan sarana dan prasarana," ungkap Faizal Riza.

Mengulik wisata, PTPN VI sendiri telah mengarap Ruang Hijau dan Royal Nusantara dari sebelumnya aset mereka, menjadi destinasi wisata favorit.

Akankah potensi wisata Air Terjun 7 Tingkat ini menjadi garapan PTPN VI kemudian hari?

Bukan tak mungkin, lantaran garapan Air Terjun ini ada di PTPN XII Gunung Rayap, Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.

Masih ada lagi, Air Terjun buatan PTPN VIII yang tersembunyi di hamparan kebun teh Rancabali, Ciwidey.

Nihil Hutang

Pada Juli 2021 lalu, anak perusahaan PTPN VI yang dikomandoi Andy Fauzi Siregar itu, berhasil mencapai masa kejayaannya. PT Bukit Kausar cetak kenaikan produksi sebesar 6,89 % dari tahun 2020.

"Alhamdulillah meningkat, sebelumnya pada tahun 2020 sebanyak 20.668 Ton," ungkap Adrian Alamsyah, Manager PT Bukit Kausar.

Melonjaknya produksi TBS itu, justru terjadi saat pandemi Covid-19 pada 2021. Padahal, kala itu Virus Corona membuat aturan pembatasan kegiatan masyarakat, ekonomi melemah dan dampak lainnya.

Alhasil, di tengah dampak ekonomi global Covid-19, ternyata perusahaan tersebut cetak sebuah rekor di lingkup PTPN. Benar saja, Ia buktikan core values kompeten, sebagai satu-satunya perusahaan yang tak memiliki hutang perbankan di lingkup PTPN.

Hingga kemudian, perusahaan ini berkontribusi 13,96 persen atas laba PTPN VI pada 2021 sebesar Rp 270 miliar.

"PT Bukit Kausar mencetak laba tertinggi pada tahun 2021, yakni sebesar 39 miliar," ungkapnya.

Bibit Berlisensi Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS)

Kilas balik pada peningkatan angka produksi pada tahun 2021 lalu, Alamsyah membeberkan beberapa kunci rahasia perusahaan ini. Dimulai dari loyalitas karyawan, hingga penggunaan bibit sawit yang berlisensi.

PT Bukit Kausar sendiri menggunakan bibit yang berasal dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang berlokasi di Medan, Sumatera Utara. Dari bibit ini, PT Bukit Kausar mencetak sejarah produktivitas sawit tertinggi yakni 14,3 ton/ha

"Penggunaan bibit merupakan salah satu kunci peningkatan produksi. Dokumennya lengkap, kita pakai dari PPKS Medan, Sumatera Utara," bilangnya.

Corporate Social Responsibillity

Masih soal core values AKHLAK. Sebagai perusahaan amanah, pihaknya juga mengedepankan prinsip adaptif, harmonis, dan kolaboratif bagi masyarakat sekitar melalui program Corporate Social Responsibillity (CSR).

Adapun program CSR tersebut, berupa pembangunan Fasilitas Umum (Fasum) hingga kesejahteraan masyarakat. Mulai dari sarana pendidikan, infrastruktur jalan, bedah rumah hingga aliran listrik.

Guna mewujudkan prinsip Good Corporate, PT Bukit Kausar adaptif terhadap kritik dan saran dari semua stakeholder.

"Kita benahi beberapa fasilitas umum, seperti MCK, Madrasah, sekolah, aliran listrik. Yang terbaru ini, kita membantu perbaikan jalan dan bedah rumah." pungkasnya. (Rpa/Erwin Majam)

Loading...

Artikel Terkait