https://vinosdeabona.com/slot-gacor/ https://www.tpcd.org.tr/slot-deposit-pulsa/ https://healthcare.skho.moph.go.th/labor-care/uploads/slot-deposit-pulsa/ https://seoscaning.com/slot-deposit-dana/ http://www.info-secur.ru/old/slot-deposit-pulsa-tanpa-potongan/ http://academia.uniminuto.edu/becassp/notas/jasabola/

Nasional

Rizal Ramli: Prof Azyumardi Azra Manusia Multidimensi

Oleh : very - Selasa, 20/09/2022 16:32 WIB

Ekonom senior Rizal Ramli (kanan) dalam acara Breaking News oleh TVOne yang bertajuk “Selamat Jalan Prof Azyumardi Azra” pada Selasa, 20 September 2022. (Foto: Tangkapan layar)

JAKARTA, INDONEWS.ID – Tokoh intelektual dan guru bangsa Prof Azyumardi Azra telah meninggalkan kita semua pada Minggu (18/9). Hari ini Prof Azra – demikian biasa disapa –dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (20/9).

Ekonom senior Rizal Ramli dalam acara Breaking News oleh TVOne yang bertajuk “Selamat Jalan Prof Azyumardi Azra” pada Selasa, mengatakan bahwa sebagai seorang intelektual, tugas Prof Azra tidak hanya terpaku pada dunia pendidikan, baik formal maupun nonformal.

Menurut mantan Penasihat Fraksi ABRI di DPR/MPR tersebut, kebanyakan tokoh pergerakan merupakan tokoh yang multidimensi. “Istilah saya adalah manusia multi dimensi. Mereka bukan hanya memiliki satu dimensi, seperti misalnya saya yang seorang ekonom hanya menjadi ekonom saja. Karena itu, kita terbiasa bersikap atau berpendapat bahwa manusia harus dilihat dari banyak segi, atau multidimensi sebelum memutuskan atau menyimpulkan sesuatu,” kata Bang RR – sapaan Rizal Ramli.

Dia mengatakan bahwa Prof Azra adalah seorang intelektual ‘par excellece’, intelektual yang membumi dan mewariskan banyak kader muda yang tangguh.

Bang RR mengatakan, jika melihat banyak tokoh pergerakan, mereka banyak memberikan pendidikan secara resmi, ada yang aktif di universitas, tapi juga ada yang aktif di luar universitas untuk menjadi “Guru Bangsa”.

Mantan Menko Kemaritiman itu mengatakan, rata-rata tokoh pergerakan tersebut adalah orang hebat. “Salah satunya Prof Azyumardi Azra merupakan orang hebat. Dia misalnya mengubah Institute Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN), sebuah sekolah Islam menjadi universitas yang komplit. Dan hal ini membutuhkan visi untuk mengubah hal tersebut,” katanya.

Mantan Kepala Bulog tersebut mengatakan, Prof Azra juga banyak menulis di berbagai media, sehingga memiliki simpati terhadap para wartawan.

“Tiga bulan lalu, saya mengirim pesan singkat (WhatsApp) kepada beliau karena terganggu oleh pengadilan terhadap wartawan yang dilakukan di pengadilan biasa. Sejatinya, wartawan itu diadukan ke Dewan Pers karena mereka memiliki UU Pers, undang-undang yang lex specialis. Dan Prof Azyumardi satu pemikiran dengan saya. Kemudian dia mengeluarkan pernyataan secara terbuka bahwa jika ada keberatan terhadap pemberitaan, maka wartawan harus diadukan ke Dewan Pers, bukan diadili di peradilan biasa,” katanya.

 

Terus Mendorong Anak Muda untuk Maju

Pendiri Kelompok Studi ECONIT ini mengatakan, orang pergerakan yang benar adalah mereka yang menjadi Guru bagi Bangsanya dan menjadi guru dalam berbagai kesempatan dan terus mendorong anak muda untuk maju.

“Mohon maaf hari ini, anak muda itu sering diadu domba oleh para pejabat. Semua organisasi dikooptasi,” ujar Rizal Ramli.

Karena itu, Bang RR mengatakan, agar kita belajar dari Prof Azyumardi Azra yang senantiasa mendorong anak muda untuk berkompetisi, berjuang di jalur idealisme, bukan malah dikooptasi sehingga terpecah menjadi kelompok yang pro pemerintah.

“Berikan kesempatan kepada anak muda kita agar mereka bisa lebih maju, dan menjadikan dirinya menjadi lebih hebat,” ungkapnya.

Rizal Ramli mengatakan, Prof Azra sudah menjadi aktivis sejak masih menjadi mahasiswa. “Kalau kita melihat dari sejarahnya Prof Azyumardi Azra adalah seorang mahasiswa yang aktif pada zamannya. Dia bukan sekadar aktivis-aktivisan tapi juga seorang intelektual yang sangat terbuka pada ide-ide yang baru. Beliau juga punya kesempatan belajar di Universitas Columbia, yang sangat terkenal dan berpengaruh di Amerika Serikat. Itulah yang menyebabkan Prof Azyumardi memiliki world view yang sangat luas dan terbuka. Pendidikannya dari ilmu Islm tapi beliau memiliki wawasan yang sangat terbuka,” ujar mantan Menko Perekonomian itu.

Dalam kesempatan tersebut, Burhanuddin Muchtadi mengungkapkan bahwa Prof Azra banyak mengirim anak-anak muda untuk studi di luar negeri, salah satunya dirinya.

“Mas Burhan tadi memberi contoh misalnya Prof Azyumardi mengirim anak-anak muda belajar di luar negeri. Saya juga mengirim anak-anak muda yang cerdas untuk belajar S2 di luar negeri hanya dengan modal jaringan yang saya miliki. Saat ini ada 27 orang yang belajar di luar negeri hanya dengan rekomendasi dan network. Dan ternyata mereka itu hebat-hebat,” pungkas Rizal Ramli. ***

Loading...

Artikel Terkait