Penulis : Prof Tjandra Yoga Aditama (Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI, Mantan Direktur WHO Asia Tenggara, Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Mantan Kabalitbangkes)
Kita akan memasuki bulan suci Ramadahan tahun ini. Tentu kita semua ingin agar Ramadhan dapat dijalani dengan baik dan juga sehat.
Setidaknya ada tujuh Tips agar tetap bugar dan sehat selama bulan Ramadhan.
Pertama, setiap kali berbuka puasa dan sahur, hidangan dapat berupa kombinasi dari makanan pokok (beras, jagung, roti, ubi, dll), lauk-pauk (kacang-kacangan, tempe, tahu, ikan, ayam, susu dan hasil olahannya, dll), sayur dan buah dalam berbagai variasinya. Lalu, hindarilah makan makanan yang terlalu asin dan juga hindari pula makan makanan tinggi lemak setiap hari.
Ke dua , perbanyak minum air putih, sedapatnya 8 - 10 gelas mulai buka puasa sampai waktu sahur. Juga, sebaiknya memang berbuka puasa dengan air putih, dan makanan manis yang berasal dari buah-buahan, kurma dan lain-lain. Khusus untuk buah, akan baik kalau makan 1 kali (1 porsi) lagi setelah shalat tarawih atau menjelang tidur.
Ke tiga, tetap lakukan olah raga atau aktivitas fisik yang memungkinkan. Jenis aktifitas, lama, pemilihan waktu melakukannya serta inteinsitasnya tentu disesuaikan dengan keadaan diri kita masing-masing, baik kebiasaan yang sudah ada, umur, daya tahan tubuh dll. Yang pasti, olahraga tetap perlu kita lakukan selama sebulan Ramadhan tahun ini.
Ke empat, asap rokok membahayakan diri anda dan orang-orang sekitar anda, hentikan merokok sekarang juga. Bulan Puasa merupakan saat yang tepat untuk berhenti merokok, sehingga pada bulan-bulan berikutnya akan lebih mudah meninggalkan perilaku tersebut. Salah satu langkah awal yang jelas bermanfaat bagi kesehatan adalah jangan mengisap rokok saat berbuka/waktu puasa dan waktu sahur.
Ke lima, bagi yang memang sudah ada penyakit tidak menular (PTM) tertentu maka memang perlu diawasi lebih baik. Misalnya, lakukan kontrol tekanan darah secara rutin bagi penderita hipertensi, atau kontrol gula darah secara teratur bagi penyandang diabetes, dan kontrol secara rutin untuk penyakit tidak menular lainnya. Kenali pula gejala awal serta kemungkinan tanda-tanda kegawatdaruratan dari penyakit yang mungkin terjadi.
Ke enam, bila diperlukan konsumsi obat-obatan rutin tertentu ,seperti misalnya untuk Hipertensi, Kholesterol, Pengencer Darah, Diabetes, Asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dll, maka sesuaikan jadwal minum obat selama bulan puasa, misalnya saat berbuka puasa, sebelum tidur dan sahur, serta minum secara teratur sesuai anjuran dokter/petugas kesehatan. Tentu yang terbaik kalau obat dua kali sehari maka konsumsi setiap sekitar 12 jam, atau katakanlah pada waktu buka dan sahur yang jaraknya sekitar 10 jam. Sementara itu, kalau tiga kali sehari maka idealnya memang setiap sekitar 8 jam sekali, hanya kalau di bulan Ramadhan mungkin dapat sedkit dimodifikasi menjadi minum ketika buka, sebelum tidur dan saat sahur, yang untuk ini perlu konsultasi dengan petugas kesehatan agar disesuaikan dengan obat yang diperlukan.
Ke tujuh, tetap jaga dan lakukan perilaku hidup bersih dan sehat dalam berbagai aspeknya selama selama sebulan menjalani ibadah puasa ini. Berilah prioritas pada kesehatan kita, ingatlah bahwa kesehatan adalah anugerah yang amat besar dari Allah SWT yang perlu selalu kita jaga.
Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga Amal Ibadah diterima Allah SWT, dan semoga kesehatan kita tetap terpelihara baik