Nasional

Menteri Tito Sebut Iduladha Adalah Bentuk Kesetiakawanan kepada Sesama

Oleh : very - Kamis, 20/06/2024 15:08 WIB

Menteri Tito Karnavian di Halaman Masjid An Nuur Kemendagri, Rabu (19/6/2024). (Foto: Ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang juga Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), memperingati Hari Raya Iduladha 1445 Hijriah bersama jajaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan BNPP. Peringatan itu menjadi momentum berkurban untuk meningkatkan keimanan di Lingkungan Kemendagri dan BNPP.

Dalam momentum Iduladha 1445 H ini jajaran Kemendagri dan BNPP menghimpun hewan kurban sebanyak 743 hewan kurban yang terdiri dari 360 ekor sapi dan 383 ekor kambing, yang nantinya dibagikan kepada para mustahik yang membutuhkan.

Menteri Tito dalam sambutannya mengapresiasi, serta mengucapkan rasa terima kasih kepada para panitia yang telah mengkoordinir kegiatan pengumpulan hewan kurban. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial saja, melainkan untuk memperkuat keimanan kepada dirinya dan para staf sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dikutip dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

“Kegiatan ini adalah kegiatan bagi umat muslim. Kegiatan keagamaan yang berasal dari kepercayaan dan ujian, yakni berasal dari peristiwa Nabi Ibrahim dengan putranya Nabi Ismail. Dimana pada saat itu, Nabi Ibrahim mendapatkan perintah dari Allah SWT melalui mimpi untuk mengkurbankan putra yang disayanginya,” kata Menteri Tito di Halaman Masjid An Nuur Kemendagri, Rabu (19/6/2024).

Kemudian hal tersebut disampaikan oleh Nabi Ibrahim kepada Nabi Ismail, sehingga Nabi Ismail menyatakan untuk melaksanakan apabila atas perintah Allah SWT. Lalu, dilaksanakanlah hal tersebut yang pada akhirnya penyembelihan digantikan oleh Allah SWT menjadi hewan kurban.

“Peristiwa tersebut dapat dimaknai sebagai tes maupun ujian keikhlasan dan ketaatan oleh Nabi Ibrahim dan putranya untuk patuh terhadap perintah Tuhan dengan mengorbankan sesuatu yang disayangi,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Menteri Tito dalam sambutannya, memaknai esensi berkurban sebagai momentum untuk berbagi terhadap sesama. Sebab, daging dari hasil berkurban nantinya akan diserahkan kepada golongan orang-orang sekitar yang berhak sebagai bentuk kesetiakawanan kepada sesama manusia (hablum minannas).

“Pertama bagi saya momentum penyerahan hewan kurban ini bukan hanya sekadar kegiatan tahunan di Kemendagri, ini untuk mengingatkan kita semua termasuk saya juga untuk betul-betul meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kedua dagingnya akan dibagikan sebagai bentuk kesetiakawanan kita kepada orang lain,” pungkasnya.

Serupa dengan hal tersebut, di momen yang sama Pelaksana harian (Plh.) Sekretaris BNPP Robert Simbolon dalam sambutannya, pada kegiatan penyaluran hewan kurban di Sekretariat Tetap (Settap) BNPP, menyampaikan 3 poin penting terkait hakikat pada Hari Raya Iduladha.

Yang utama, katanya, adalah meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui berkurban yang disertai dengan rasa syukur. Seperti pada kisah yang diambil dari peristiwa Nabi Ibrahim ketika mendapatkan perintah dari Tuhan melalui mimpi untuk mengkurbankan putranya Nabi Ismail.

"Harus ada kerelaan, dimana Nabi Ibrahim yang mendapatkan perintah dari Tuhan untuk mengorbankan anak satu-satunya, kemudian dijawab dan dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim dengan ikhlas. Maka kerelaan untuk berkurban didasari pada keikhlasan, itulah yang saya pelajari hakikat dari perayaan Iduladha," jelas Robert yang secara definitif menjabat sebagai Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP.

Kemudian, lanjut Robert, poin penting berikutnya adalah tentang ketaatan yang menurutnya sama hubungannya dengan poin sebelumnya. Dengan mengutip kisah Nabi Ibrahim yang menerima perintah melalui mimpi untuk mengkurbankan Nabi Ismail, Nabi Ibrahim pun taat sepenuhnya untuk melaksanakan perintah Tuhan.

"Adapun dampak dari ketaatan di lingkup kerja, yakni ketaatan kita sebagai pegawai maupun ketaatan kami sebagai pemimpin. Sebagai pimpinan kami pun harus punya kemampuan untuk taat kepada teman-teman sekalian, karena ketaatan itu berdimensi tidak saja ke atas tetapi juga kebawah, serta ketaatan pada rekan-rekan sejawat sebagai sesama pejabat atau pegawai pada level yang sama," tambahnya.

Selanjutnya, ia juga menjelaskan dalam memaknai Hari Raya Iduladha dengan kesetiakawanan dan kerelaan untuk berempati serta berbagi antar sesama. Menurutnya, di lingkup kerja sebagai wujud yang paling sederhana ialah ketika kita mampu untuk ikut merasakan apa yang dirasakan oleh rekan dalam pekerjaan.

Dalam pelaksanaan Peringatan Hari Raya Iduladha 1445 Hijriah Tahun 2024 ini, BNPP berhasil menghimpun sebanyak 10 hewan kurban dengan rincian 6 ekor sapi dan 4 ekor kambing yang jumlahnya disalurkan secara kumulatif bersama dengan jumlah hewan kurban di jajaran Kemendagri. Adapun daging hasil dari penyembelihan hewan kurban di Lingkungan BNPP ini dibagikan kepada para mustahik sebanyak 503 paket. *

 

Artikel Terkait