Bisnis

Penuhi Kebutuhan Pendanaan UMKM, Modalku Luncurkan Kampanye #UntungAdaModalku

Oleh : very - Rabu, 26/06/2024 12:50 WIB

Untung ada modalku. (Foto: Ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Modalku, platform pendanaan digital yang menghubungkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan pemberi dana, kembali mengukuhkan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi UMKM dengan meluncurkan kampanye terbaru bertajuk #UntungAdaModalku. Kampanye ini hadir sebagai solusi modal usaha bagi UMKM di berbagai industri untuk memenuhi beragam kebutuhan bisnis. Melalui berbagai fasilitas pendanaan yang disesuaikan dengan karakteristik UMKM di Indonesia, Modalku berusaha mengisi angka financing gap yang terus menunjukkan tren kenaikan hingga 2026 sebesar Rp 2,4 triliun – berdasarkan Studi Pasar dan Advokasi UMKM Indonesia oleh AFPI & EY Parthenon, 2023.

Berdasarkan Laporan Perilaku Keuangan dan Pembayaran Digital UKM Asia Tenggara 2023 oleh Grup Modalku, pengeluaran terbesar UMKM Indonesia adalah untuk operasional sehari-hari (40%), inventaris dan perlengkapan (16%), renovasi dan biaya proyek mendesak (14%), gaji karyawan (12%), serta pembelian mesin dan peralatan (9%). Berbagai kebutuhan tersebut perlu didukung institusi keuangan dengan akses pendanaan yang fleksibel.

Country Head Modalku, Arthur Adisusanto, menjelaskan “Dalam ekosistem bisnis yang dinamis, UMKM di Indonesia seringkali dihadapkan pada tantangan besar dalam memperoleh pendanaan untuk mengembangkan bisnis mereka. Kampanye #UntungAdaModalku adalah ekspresi nyata Modalku untuk menjawab tantangan tersebut melalui fasilitas pendanaan kepada UMKM individu maupun berbadan usaha. Saat ini kami cukup fokus untuk menyasar industri yang berpotensi seperti industri perdagangan besar & eceran; manufaktur & daur ulang; supplier alat kesehatan ; akomodasi dan layanan makanan; dan industri hiburan.”

Errik Jaya Tirta, AVP Brand & Marketing Communications Modalku, menambahkan, "Sebagai tema besar sepanjang tahun ini, #UntungAdaModalku bertujuan memperkuat posisi kami sebagai platform pendanaan pilihan bagi UMKM. Beragam kebutuhan UMKM seperti menambah stok barang, ekspansi bisnis, bahkan modal untuk promosi bisa dipenuhi dengan akses penanaan dari Modalku. Dengan berbagai kegiatan pemasaran, kami siap mendukung langkah bisnis mereka untuk tumbuh dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif."

UMKM berbadan usaha (PT/CV) dapat memanfaatkan fasilitas pada kategori Pendanaan Institusi, seperti Invoice Financing, pendanaan terhadap invoice pelanggan yang belum cair; Account Payables Financing, pendanaan untuk membiayai purchase order kepada supplier; Term Loan, pembiayaan modal kerja multiguna untuk keperluan bisnis; dan Modal Proyek, pendanaan khusus pengusaha yang mengerjakan proyek pemerintah e-catalogue LKPP dan LPSE; dengan nominal dari Rp 300 juta hingga Rp 2 miliar dan tenor fleksibel hingga 12 bulan. Sedangkan UMKM yang belum berbadan usaha dapat memanfaatkan Pendanaan UMKM dengan nominal pendanaan hingga Rp 300 juta dengan tenor hingga 24 bulan. Selain itu, Modalku juga dapat berperan sebagai mitra pendanaan bagi perusahaan yang ingin menghadirkan akses pendanaan dalam ekosistem bisnis mereka, termasuk kepada karyawan yang tergabung dalam perusahaan tersebut.

 

Dukung Pengusaha Vendor Pemerintah, Modalku Perluas Layanan Modal Proyek

Modalku memperluas jangkauan produk Modal Proyek kepada pengusaha vendor yang terlibat dalam proyek pemerintah di seluruh Indonesia, dengan domisili usaha vendor di Jabodetabek, Surabaya & sekitarnya. Langkah ini diambil karena sektor pengadaan barang dan jasa pemerintah memiliki potensi pendanaan besar, mengingat perannya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Potensi belanja pemerintah di tahun 2024 yang masuk dalam segmentasi Modalku diperkirakan mencapai Rp 100 triliun.

Hingga akhir 2023, angka penyaluran produk Modal Proyek mengalami pertumbuhan lebih dari tiga kali lipat, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, serta menjaga rasio NPL produk di level 0%. Portofolio pendanaan Modal Proyek disalurkan ke beberapa sektor, seperti Teknologi Informasi dan Komunikasi, Pengelolaan Air dan Limbah, Pertanian serta Tekstil dan Pakaian. Modalku berkomitmen memberikan solusi pendanaan tanpa jaminan aset tetap kepada para pengusaha vendor proyek pemerintah, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan pengadaan barang dan jasa tepat waktu.

Sementara itu, hingga akhir Mei 2024, Modalku juga mencatat pertumbuhan positif dengan menjaga portofolio pendanaan yang sehat, dengan tingkat keberhasilan pengembalian dana atau TKB-90 di level 98,5%. Industri UMKM yang paling banyak didanai oleh Modalku didominasi oleh sektor perdagangan, baik grosir dan eceran, termasuk pengusaha online sebesar 51%. Kemudian diikuti dengan sektor jasa, termasuk industri pengolahan, konstruksi, serta pengangkutan dan pergudangan.

Salah satu dari banyak UMKM yang telah merasakan manfaat dari pendanaan Modalku adalah Haus Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang minuman kekinian. Yonathan Augustine, Direktur Finance Haus Indonesia, mengatakan "Sebagai bisnis F&B dengan kepemilikan toko sendiri, kebutuhan modal untuk ekspansi sangat besar, terutama dalam hal pembukaan toko baru di berbagai cabang. Sekarang kami berhasil membuka toko baru, bahkan memperluas layanan kami dengan pembelian 350 sepeda listrik. Proses pengajuan pendanaan di Modalku sangat mudah dan cepat, dengan tim yang responsif dan proses yang transparan. Pendanaan dari Modalku telah berkontribusi sebesar 15% - 20% dari total revenue Haus, membuktikan bahwa pendanaan dari Modalku dapat  mendukung pertumbuhan bisnis kami kedepannya."

Hingga saat ini, Grup Modalku telah menyalurkan pendanaan kepada lebih dari 5,1 juta transaksi UMKM di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam. *

Artikel Terkait