Internasional

NATO Benarkan 3.000 Tentara Korut Sudah Berada di Rusia, Siap Perang Lawan Ukraina

Oleh : donatus nador - Senin, 28/10/2024 21:30 WIB


Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) Mark Rutte, membenarkan adanya ribuan tentara Korea Utara telah berada di Rusia. Foto dok

Jakarta, INDONEWS.ID --Eskalasi perang Rusia-Ukraina memasuki babak baru. Hal ini ditandai kehadiran ribuan pasukan khusus dari Korea Utara.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) Mark Rutte, membenarkan adanya ribuan tentara Korea Utara telah berada di Rusia.

Dilansir dari The Korea Times, para prajurit Korut itu kini berada di Kursk, wilayah garda depan konflik Rusia dan Ukraina.

Rutte membenarkan bahwa tentara Korea Utara telah dikerahkan ke Rusia seperti yang dilaporkan Korea Selatan.

"Hari ini saya dapat mengonfirmasi bahwa tentara Korea Utara telah dikirim ke Rusia dan unit-unit militer mereka telah dikerahkan ke wilayah Kursk," kata Rutte diberitakan The Korea Times, Senin (28/10).

Rutte menyampaikan itu kepada awak media usai pengarahan dari delegasi tingkat tinggi Korea Selatan.

Sekjen NATO itu mengatakan pengerahan prajurit Pyongyang menandai eskalasi signifikan dari keterlibatan Korut dalam konflik Rusia-Ukraina.

Menurut Rutte, kerja sama militer yang semakin kuat antara Rusia dan Korea Utara merupakan sebuah ancaman. "Baik bagi keamanan Indo-Pasifik dan Euro-Atlantik," imbuhnya. .

Diketahui, sebelumnya Ukraina melaporkan bahwa pasukan Korea Utara telah dikerahkan ke perbatasan Kursk di Rusia barat.

Laporan Ukraina itu didukung oleh badan intelijen Korea Selatan yang mendeteksi sekitar 1.500 tentara pasukan khusus Korut telah tiba di Rusia.

Intel Korsel menduga para prajurit dikerahkan untuk ikut berperang di Ukraina.

Presiden Korsel Yoon Suk Yeol pun bicara dengan Sekjen NATO Mark Rutte pada Senin (21/10) untuk menyampaikan kekhawatirannya mengenai hal tersebut.

Yoon mendesak NATO mengambil tindakan balasan konkret atas persoalan itu. Menindaklanjuti itu, NATO siap bekerja sama dengan Korsel.

Rutte menyampaikan kekhawatiran serius atas klaim Korsel dan meminta Seoul mengirim delegasi ke NATO untuk berbagai informasi lebih rinci.

Kunjungan delegasi Korsel pada Senin (28/10) pun menindaklanjuti permintaan Rutte tersebut.

Selain NATO, Amerika Serikat juga telah membenarkan bahwa setidaknya 3.000 tentara Korea Utara saat ini telah berada di Rusia.

Artikel Lainnya