Jakarta, INDONEWS.ID - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, menyatakan penolakan keras terhadap tekanan dan ancaman dari Amerika Serikat terkait eskalasi konflik dengan Israel. Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional Iran, Rabu (18/6), Khamenei menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk pada “segala bentuk pemaksaan,” baik dalam bentuk perang maupun perdamaian yang dipaksakan.
Pernyataan ini merupakan tanggapan langsung terhadap desakan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menuntut Iran menyerah tanpa syarat dan menghentikan program nuklirnya. Khamenei menyebut bangsa Iran akan berdiri tegak menghadapi segala bentuk agresi dan menolak perdamaian yang tidak lahir dari kedaulatan.
"Bangsa Iran akan berdiri tegak melawan perang yang dipaksakan sebagaimana kami dengan tegas menentang perdamaian yang dipaksakan. Bangsa ini tidak akan menyerah terhadap pemaksaan jenis apa pun," ujar Khamenei, dikutip dari Press TV.
Khamenei juga menyoroti sikap rakyat Iran yang ia puji sebagai “tenang dan berani” di tengah serangan mendadak yang dilakukan Israel pada Jumat (13/6) dini hari. Iran membalas serangan tersebut pada malam harinya, memicu ketegangan lebih lanjut antara dua kekuatan utama di kawasan Timur Tengah.
Merespons langsung pernyataan Trump, Khamenei memperingatkan bahwa intervensi militer oleh AS akan menimbulkan dampak serius yang “tidak bisa diperbaiki”.
“Orang Amerika harus mengerti, setiap serangan militer AS akan berujung konsekuensi yang tidak bisa diputarbalikkan,” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Trump dilaporkan menggelar rapat darurat dengan tim penasihat keamanan nasionalnya setibanya di Washington dari KTT G7, Selasa (17/6). Axios melaporkan bahwa Trump kemudian melakukan komunikasi langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan disebut mempertimbangkan keterlibatan militer langsung terhadap Iran.
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump bahkan mengklaim AS kini memiliki kontrol total atas langit Iran. Ia juga meminta penduduk ibu kota Teheran untuk dievakuasi, seraya menyinggung keunggulan sistem pertahanan udara AS dibandingkan milik Iran.
“Iran memiliki perlengkapan pertahanan yang bagus, tapi itu semua tidak bisa dibandingkan dengan buatan Amerika,” tulis Trump.
Ketegangan antara Iran dan Israel telah meningkat tajam sejak konflik berkepanjangan di Gaza yang dimulai pada 7 Oktober 2023. Ketegangan terbaru dipicu oleh serangan Israel ke wilayah Iran, yang kemudian dibalas Teheran secara langsung. Situasi ini menambah kerentanan geopolitik di kawasan yang telah lama menjadi titik panas konflik internasional.
Pernyataan keras dari Khamenei menegaskan sikap tegas Iran untuk tidak tunduk pada tekanan, baik dari Israel maupun Amerika Serikat, serta membuka babak baru dalam dinamika politik Timur Tengah yang tengah memanas.