Nasional

TPNPB-OPM Klaim Terlibat Baku Tembak dengan TNI di Sinak, Papua Tengah

Oleh : Rikard Djegadut - Rabu, 02/07/2025 18:15 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim terjadi kontak senjata antara pasukannya dan personel TNI di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Rabu pagi.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyatakan baku tembak berlangsung sejak pukul 05.00 hingga sekitar 11.00 WIT. Ia menyebut insiden itu terjadi setelah pasukan militer Indonesia melakukan operasi ke markas TPNPB di wilayah tersebut.

“Militer Indonesia melakukan operasi ke Markas TPNPB di Sinak sehingga mengakibatkan terjadinya baku tembak,” ujar Sebby dalam keterangan tertulisnya.

Menurut klaim Sebby, pasukan TPNPB berhasil menewaskan satu prajurit TNI dan melukai satu lainnya. Ia juga menyebut tidak ada korban jiwa di pihak mereka.

Sebby menambahkan bahwa dalam operasi tersebut, militer Indonesia disebut melakukan pengeboman ke area permukiman sipil. Ia meminta agar aparat TNI mematuhi hukum humaniter internasional dalam menjalankan operasi di wilayah konflik.

“Jika perang silakan keluarkan imbauan agar seluruh warga sipil diungsikan terlebih dahulu agar mereka terhindar dari konflik,” ucapnya.

Ia menantang TNI agar menyerang langsung ke markas TPNPB jika memang berniat melakukan penindakan. “Markas TPNPB jelas ada, silakan datang ke markas kami,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, Tempo belum mendapatkan konfirmasi dari pihak Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz terkait peristiwa tersebut.

Sebelumnya, pada 23 Juni 2025, TPNPB-OPM juga mengklaim telah menewaskan sembilan prajurit TNI dalam insiden terpisah di wilayah yang sama. Namun, klaim tersebut dibantah oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal Kristomei Sianturi.

“Berita tersebut tidak benar atau hoaks,” tegas Kristomei saat dikonfirmasi pada 23 Juni lalu. Ia menyatakan bahwa informasi yang disebarkan oleh TPNPB-OPM merupakan bagian dari propaganda.

Peristiwa di Sinak ini menambah panjang daftar ketegangan bersenjata yang terus terjadi antara kelompok separatis bersenjata dan aparat keamanan Indonesia di wilayah Papua.

Artikel Lainnya