Jakarta, INDONEWS.ID – Ketua Panitia Misa Raya dan Pentas Seni Budaya Manggarai Raya Jabodetabek 2025, Yasintus Jaar, mengimbau seluruh peserta untuk hadir dengan mengenakan pakaian serba putih atau atribut adat Manggarai dalam acara yang digelar pada Sabtu, 2 Agustus 2025 di GOR Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan. Sementara bagi peserta non-Manggarai, diwajibkan mengenakan atribut khas daerah masing-masing.
“Untuk menciptkan keselarasan dengan tema kegiatan, peserta yang datang wajib mengenakan dress code dengan atasan putih dan kain songke, dan atau atribut khas Manggarai lainnya. Ini kan juga dalam rangka memperkenalkan kekhasan budaya Manggarai di kancah nasional,” ujar Yasintus dalam keterangannya pada 31 Agustus 2025.
Acara yang diinisiasi oleh Ikatan Keluarga Besar Manggarai Raya Jabodetabek (IKAMADA) bekerjasama dengan Komunitas Perempuan Manggarai (KPM) serta sejumlah komunitas Manggarai di Jakarta ini menjadi salah satu momentum penting untuk mempererat ikatan kekeluargaan diaspora Manggarai di perantauan sekaligus melestarikan budaya leluhur.
Kegiatan ini akan diawali dengan Misa Raya yang akan dipimpin langsung oleh Bapa Uskup Mgr. Hilarion Datus Lega, didampingi oleh lebih dari 9 pastor konselebran. Setelah misa, acara akan dilanjutkan dengan pentas seni budaya yang meriah, menampilkan aneka tarian dan nyanyian khas Manggarai seperti Tarian Sae, Mbata, Danding Tandak, dan Sanda.
Diperkirakan lebih dari 2.000 umat diaspora Manggarai Raya Diaspora akan menghadiri perhelatan akbar ini. Tak hanya seni, pengunjung juga akan disuguhi kuliner khas Manggarai seperti Kolo (nasi bambu), Tibu (daging bambu), serta Palmarah sebagai bagian dari kekayaan rasa tradisional.
Yang tak kalah menarik, panggung akan dimeriahkan oleh penampilan pelantun lagu “Surat Edar” dengan lagu khas riang “Seni Senang” dalam sesi goyang ria. Lagu legendaris Bokak de Ata Kolang juga akan turut menyemarakkan suasana.
IKAMADA mengajak seluruh keluarga besar Manggarai di Jabodetabek untuk hadir, bergembira, dan menunjukkan kecintaan terhadap warisan budaya yang telah menyatukan mereka selama ini.