Nasional

Komnas HAM Selidiki Dugaan Pelanggaran HAM dalam Kerusuhan Unjuk Rasa di Pati

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 17/08/2025 11:42 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menurunkan tim investigasi ke Kabupaten Pati, Jawa Tengah, untuk menelusuri dugaan pelanggaran HAM dalam peristiwa kerusuhan saat unjuk rasa pada Rabu, 13 Agustus 2025.

Komisioner Komnas HAM, Pramono Ubaid Tanthowi, mengatakan tim telah mengumpulkan informasi terkait prosedur penanganan unjuk rasa serta langkah pemulihan bagi korban kekerasan.

“Selama di Pati, kami bertemu dengan beberapa pihak, seperti Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Polresta Pati, dan RSUD Soewondo Pati,” ujarnya, Sabtu (16/8).

Komnas HAM juga melakukan peninjauan ke lokasi unjuk rasa serta berdialog dengan warga sekitar. Dari pertemuan dengan perwakilan aliansi massa, Komnas HAM mendalami latar belakang dan motif aksi, proses konsolidasi antar kelompok, hingga kronologi kericuhan.

“Kami juga menggali keterangan terkait perlakuan aparat yang dialami peserta aksi massa,” kata Pramono.

Selain itu, tim Komnas HAM mendatangi Polresta Pati dan bertemu dengan Wakapolresta, AKBP Petrus Silalahi beserta jajarannya. Dalam pertemuan itu, kepolisian memaparkan langkah-langkah pengamanan, mulai dari jumlah personel, jenis peralatan yang digunakan, hingga tahapan tindakan seperti penggunaan water canon dan gas air mata.

“Saya mengklarifikasi apakah benar ada sekelompok polisi melakukan pengeroyokan, serta berapa peserta aksi yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Pramono.

Menurutnya, seluruh informasi yang terkumpul akan dirangkum dalam konstruksi peristiwa secara menyeluruh. “Jika sudah cukup, maka akan kami keluarkan rekomendasi kepada para pihak,” tambahnya.

Diketahui, pada 13 Agustus lalu ribuan warga menggelar unjuk rasa di Alun-Alun Pati menuntut Bupati Sudewo mengundurkan diri karena dinilai arogan.

Aksi yang dimulai pukul 08.00 WIB awalnya berlangsung tertib, namun kericuhan pecah sekitar pukul 12.00 WIB ketika polisi melepaskan tembakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan massa. *(Tempo)

Artikel Lainnya