Nasional

Ya Ampun! Lebih dari 80 Orang Jadi Korban Robohnya Bangunan Majelis Taklim di Bogor

Oleh : Rikard Djegadut - Senin, 08/09/2025 09:46 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Peristiwa tragis terjadi di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (7/9/2025) pagi. Bangunan Majelis Taklim Asohibiyah roboh saat digunakan untuk kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri sekitar 150 jemaah, mayoritas ibu-ibu. Akibatnya, lebih dari 80 orang menjadi korban.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan bahwa teras bangunan yang berdiri di pinggir tebing tidak mampu menahan beban akibat kelebihan kapasitas.

“Sebagian jemaah berada di dalam, luar, dan di teras. Karena penuh sesak, bangunan tidak mampu menahan beban dan akhirnya roboh. Korban mencapai lebih dari 80 orang,” kata Rudy, Minggu.

Rudy menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan meminta masyarakat tabah menghadapi musibah tersebut. Ia juga menegaskan, jumlah korban masih mungkin bertambah seiring pendataan lanjutan. “Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan rumah sakit untuk memastikan semua data korban terkonfirmasi,” ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat tiga orang meninggal dunia, yakni Irni Susanti, warga Sukamakmur yang sempat dirawat di RS Medika Dramaga, serta Ulan dan Nurhayati yang ditangani di RS PMI Bogor.

Sementara itu, puluhan korban luka berat, sedang, maupun ringan dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Kota Bogor, RS PMI, RSUD Ciawi, RS Karya Bhakti Pertiwi, RS Marzuki Mahdi, Klinik Sukamaju, Puskesmas Ciomas, dan Klinik Arafah. Beberapa korban yang kondisinya stabil telah diperbolehkan pulang, sementara sebagian lainnya masih menjalani perawatan intensif.

Menurut laporan BPBD, kejadian berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB. Laporan pertama diterima pukul 09.42 WIB dari aparat desa. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama TNI, Polri, Damkar, dan relawan segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi para korban. Hingga siang, seluruh korban berhasil dievakuasi, dan proses dilanjutkan dengan pembersihan material bangunan.

Peristiwa ini disebut sebagai salah satu bencana nonalam terbesar yang terjadi di Kabupaten Bogor sepanjang 2025, dengan jumlah korban mencapai puluhan orang dalam sekali kejadian.

Artikel Lainnya