Jakarta, INDONEWS.ID - Menjelang Hari Jadi ke-63 Persatuan Werdatama Republik Indonesia (PWRI) mengadakan senam pagi dan jalan santai di hotel Sahid, Jakarta. Minggu (28/09) kegiatan tersebut bersamaan dengan jadwal CFD di kawasan Sudirman-Thamrin, ratusan anggota PWRI menguning dan merahkan halaman hotel.
sekitar pukul 07.00 ratusan anggota PWRI berkumpul di hotel ikonik di Jakarta, baik ketua dan pengurus PWRI hadir, diantaranya adalah Ketua Umum PWRI Prapto Hadi, Ketua PWRI unit Kemendagri Prof. Dr Johermansyah, dan Asri Hadi Ketua Bidang Komunikasi yang juga Pemred indonews.id. Acara didukung oleh Taspen, BJB, Damandiri, dan Harita Nickel.
Kegiatan diawali dengan senam Poco-poco, ratusan anggota PWRI begitu enerjik mengikuti gerakan instruktur, iringan lagu asal kawasan Timur Indonesia dengan beat musik yang menambah semangat mereka. Usai senam dilanjutkan jalan santai sekitar 3KM dari Sahid - bubderan HI - Sahid, dan disudahi dengan makan pagi bersama.
Ketua Umum PWRI, Prapto Hadi mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan menjelang perayaan HUT Ke-63 PWRI yang puncak acaranya direncanakan pada tanggal 5 Oktober nanti. Selain olahraga pagi, PWRI juga mengadakan kegiatan seperti pelatihan pengembangan diri dan berkesenian.
"Meski kami sudah purna tugas kami tetap berkembang dan mendukung semua program pemerintah baik pusat maupun daerah", ujarnya.
Menurutnya, kegiatan yang dilakukan PWRI beraneka rupa, seperti memberikan pemahaman soal hukum, terutama hukum waris. Meski tak mendetail namun pemahaman tersebut dibutuhkan semua anggota PWRI.
Tampaknya PWRI masih punya kontribusi untuk pembangunan nasional, terbukti kala PWRI diminta langsung oleh pemerintah Jepang untuk melakukan pelatihan bagi pekerja yang akan dikirim ke Jepang.
"Duta Besar Jepang pernah bicara pada kami dan meminta PWRI melatih calon pengemudi yang akan kerja di Jepang. Masyarakat Jepang suka dengan supir asal Indonesia, maka Dubes nya langsung menghubungi kami", ucapnya.
Dikatakan, untuk saat ini memang hanya Jepang yang langsung meminta PWRI melatih calon pekerja, negara lain belum. Namun sebagai wadah yang punya pengalaman luas, PWRI akan melatih para calon pekerja yang akan dikirim ke luar negeri meski tak diminta.
Untuk itu, ia berharap, PWRI terus berkembang dan mengembangkan diri dan terus mendukung program pemerintah. Meski anggota PWRI sudah purna tugas namun mereka tetap berkarya untuk kemajuan bangsa.