Nasional

Prabowo Ungkap Temuan Mineral Tanah Jarang Bernilai Rp128 Triliun di Bangka Belitung

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 07/10/2025 08:56 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkap adanya temuan mineral tanah jarang jenis monasit bernilai ratusan triliun rupiah di kawasan pertambangan ilegal yang disita negara di Bangka Belitung.

Informasi dari tim media Presiden di Jakarta, Senin (6/10/2025), menyebutkan bahwa potensi besar tersebut sebelumnya digarap secara ilegal melalui enam smelter yang kini telah disita dan diserahkan kepada PT Timah Tbk.

“Tanah jarang yang belum diurai mungkin nilainya lebih besar, sangat besar. Tanah jarang itu mengandung monasit, dan satu ton monasit bisa bernilai ratusan ribu dolar, bahkan sampai 200.000 dolar AS,” ujar Presiden Prabowo di Bangka Belitung, dikutip dari Antara.

Dengan kurs sekitar Rp16.603 per dolar AS, harga monasit setara Rp3,32 miliar per ton. Berdasarkan perhitungan awal, Presiden memperkirakan kandungan monasit di kawasan tambang ilegal itu mencapai sekitar 40.000 ton, sehingga nilai ekonominya dapat mencapai 8 miliar dolar AS atau sekitar Rp128 triliun.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa dari enam perusahaan ilegal yang disita, potensi kerugian negara ditaksir mencapai Rp300 triliun, termasuk dari hasil monasit yang tidak tercatat.

“Kita bisa bayangkan, kerugian negara dari enam perusahaan ini saja mencapai potensi Rp300 triliun,” ujar Prabowo.

Presiden mengapresiasi langkah aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan Agung, TNI, Bea Cukai, dan Bakamla, yang berhasil membongkar dan menghentikan praktik tambang ilegal tersebut.

“Ini bukti bahwa pemerintah serius. Kita bertekad membasmi penyelundupan, membasmi illegal mining, dan semua yang melanggar hukum,” tegasnya.

Prabowo juga berpesan agar kerja keras seluruh aparat terus dilanjutkan untuk melindungi kekayaan alam Indonesia bagi kepentingan rakyat.

“Prestasi yang membanggakan, tolong diteruskan. Jaksa Agung, Panglima TNI, Bea Cukai, Bakamla, teruskan. Kita selamatkan kekayaan negara untuk rakyat kita,” pungkas Presiden.

Artikel Lainnya