Nasional

Dua Prajurit TNI Gugur Dalam Sehari Diserang OPM di Papua, TPNPB Akui Bertanggung Jawab

Oleh : Rikard Djegadut - Senin, 13/10/2025 11:14 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Dua anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilaporkan gugur dan tiga lainnya luka-luka dalam dua insiden penyerangan bersenjata yang dilakukan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sabtu (11/10/2025). Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-OPM (TPNPB-OPM) mengaku bertanggung jawab atas kedua aksi tersebut.

Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyatakan penyerangan dilakukan di dua lokasi berbeda pada hari yang sama. Korban jiwa dari pihak TNI adalah Letnan Dua (Letda) Fauzy Sulkarnaen dan Prajurit Kepala (Praka) Amin Nurohman.

Insiden pertama terjadi sekitar pukul 12.00 WIT di Distrik Moskona Utara Jauh, Teluk Bintuni, Papua Barat Daya. Serangan dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap IV Sorong Raya yang dipimpin Mafred Fatem, dibantu Ruftis Bernabas Muuk.

“TPNPB melaporkan telah melakukan penyerangan dan mengeksekusi satu aparat militer Indonesia, serta menembak tiga lainnya hingga kritis,” ujar Sebby melalui pesan singkat.

Korban tewas dalam insiden ini adalah Praka Amin Nurohman, anggota Yonif 403/Wirasada Pratista yang tergabung dalam Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 410/Alugoro. Kelompok bersenjata tersebut juga mengklaim merampas senjata laras panjang milik TNI.

Penyerangan kedua terjadi di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua. Aksi ini dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel.

“Bahwa kami juga bertanggung jawab atas penembakan satu orang aparat militer Indonesia hingga tewas atas nama Letda Fauzy A,” ungkap Sebby. Letda Fauzy disebut merupakan anggota Yonif 733/AVT.

Sebby mengklaim penyerangan itu merupakan balasan atas operasi militer yang disebutnya telah menggunakan pesawat tempur Super Tucano untuk melakukan pengeboman di wilayah tersebut.

“Pertempuran di Kiwirok ini adalah serangan balasan karena aparat militer Indonesia melakukan serangan bom terhadap pemukiman warga sipil,” ujar Sebby.

TPNPB-OPM menegaskan mereka bertanggung jawab penuh atas dua insiden tersebut dan meminta militer Indonesia untuk tidak melibatkan warga sipil dalam langkah penegakan hukum atau operasi militer lanjutan.

“Kami mengimbau agar lembaga-lembaga internasional yang netral terus memantau para pengungsi yang memasuki hutan-hutan serta distrik lain untuk mencari perlindungan dari kontak tembak,” kata Sebby.

Hingga saat ini, TNI belum mengeluarkan keterangan resmi terkait insiden tersebut maupun kondisi prajurit yang mengalami luka-luka.

Penyerangan ini kembali menambah catatan kekerasan di wilayah Papua dan menjadi sorotan serius terkait keamanan prajurit TNI serta perlindungan masyarakat sipil di daerah konflik.

Artikel Lainnya