Nasional

Kemenparekraf, PNM, dan Pemkot Depok Kolaborasi Gelar Workshop ICEFF 2025 untuk Perkuat Ekonomi Kreatif Syariah

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 26/10/2025 22:25 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) serta Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menggelar workshop Islamic Creative Economy Founders Fund (ICEFF) Tahun 2025 di Ruang Rapat Edelweis Lantai 5 Balai Kota Depok, pada Jumat (24/10/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kemenparekraf untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif, khususnya pekerja lepas (gig workers) dan wirausaha muda yang bergerak di sektor ekonomi kreatif berbasis syariah.

Direktur Pengembangan Akses Pembiayaan dan Investasi Kemenparekraf, Anggara Hayun Anujuprana, menjelaskan bahwa ICEFF dirancang untuk memberikan pelatihan, pendampingan, serta akses pembiayaan agar para pelaku ekonomi kreatif mampu berkembang menjadi wirausaha mandiri.

“Hari ini kami memberikan workshop kepada 50 pekerja lepas di Kota Depok sebagai tahap awal. Program ini merupakan bagian dari visi kami untuk memberdayakan pelaku ekonomi kreatif agar tidak hanya menjadi freelancer, tetapi juga mampu membangun usaha sendiri dan menciptakan lapangan kerja,” ujar Anggara kepada berita.depok.go.id.

Melalui kerja sama dengan PNM, peserta yang dinilai siap memulai usaha akan memperoleh pembiayaan awal sebesar Rp 2 juta hingga Rp 10 juta, yang disalurkan secara berkelompok. Setelah mendapatkan pendanaan, peserta juga akan memperoleh pendampingan usaha sesuai bidangnya — mulai dari kuliner, fesyen, hingga industri kreatif digital.

“Kami tidak ingin kegiatan berhenti di tahap workshop saja. Kami ingin memastikan peserta mendapatkan dukungan berkelanjutan, mulai dari pelatihan, permodalan, hingga pendampingan usaha,” tambah Anggara.

Lebih lanjut, Kota Depok dipilih sebagai pilot project ICEFF 2025 karena dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif, serta sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Selain itu, jaringan PNM di Depok juga dikenal sebagai salah satu yang paling aktif dan produktif di Indonesia.

“Depok menjadi barometer perkembangan ekonomi kreatif di wilayah Jabodetabek. Selain dekat dengan pusat industri kreatif nasional, Depok memiliki banyak pekerja lepas dan wirausaha muda yang potensial. Karena itu, kami menjadikan Depok sebagai proyek percontohan nasional,” jelasnya.

Ke depan, Kemenparekraf akan mereplikasi program ICEFF ke berbagai kota di Indonesia. Pemerintah menargetkan sekitar 300 ribu pekerja lepas dapat mengikuti pelatihan dan memperoleh akses pembiayaan selama periode 2026–2029.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, BUMN, dan pemerintah daerah, ICEFF 2025 diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

“Depok menjadi titik awal lahirnya pelaku kreatif baru yang tidak hanya berorientasi pada karya, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, literasi keuangan, serta akses pembiayaan yang inklusif,” tutup Anggara.

Artikel Lainnya