Jakarta, INDONEWS.ID - Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) atau Indonesian Cycling Federation (ICF) menggelar Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Organisasi dengan tema “Transformasi ICF Road to Olympic LA 2028” di Jakarta, pada Rabu (29/10).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi PB ISSI untuk memperkuat arah strategis organisasi menuju peningkatan prestasi nasional dan internasional, khususnya menyongsong Olimpiade Los Angeles 2028.
Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Hukum PB ISSI, Dr. MM. Ardy Mbalembout, SH., MH., CLA., MCIArb, menegaskan bahwa rapat ini merupakan bagian dari upaya PB ISSI untuk melakukan evaluasi berkala serta menyiapkan langkah-langkah strategis di masa depan.
“ICF akan terus melakukan evaluasi secara berkala dan membahas agenda strategis melalui rapat kerja nasional. Promosi olahraga sepeda harus dilakukan lebih luas agar menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Selain itu, kita perlu menata ulang ekosistem olahraga nasional dengan menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga sepeda sebagai gaya hidup sehat dan berbudaya,” ujar sosok yang juga merupakan Ketua Umum organisasi sosial kemasyarakatan Taruna Emas Generasi Bangsa (TEGAS) ini dalam keterangannya kepada media.
Sebagai induk organisasi olahraga sepeda di Indonesia, ungkap Ardy, PB ISSI memiliki mandat untuk mengoordinasikan dan mengembangkan seluruh kegiatan olahraga sepeda di Tanah Air. Dengan visi “Sehat, Berbudaya, dan Berprestasi dengan Olahraga Sepeda”, tambah Ardy, PB ISSI menegaskan komitmennya dalam membangun generasi pesepeda yang tangguh dan berkarakter.
Pada kesempatan tersebut, sebagai Ketua Tim Penjaringan, Verifikasi, dan Legalitas Calon Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI), Ardy Mbalembout, juga menyampaikan laporan terkait bakal bakal calon Ketua Umum PB ISSI periode 2025–2029. Pihaknya sudah memastikan bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merupakan calon tunggal.
Ia menjelaskan bahwa Jenderal Listyo Sigit, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PB ISSI periode 2021–2025, telah melalui seluruh tahapan administrasi pendaftaran sesuai ketentuan.
“Kami dari Tim Penjaringan dan Penyaringan telah menerima berkas pada tanggal 15 Oktober. Bakal calon Ketua Umum PB ISSI, yaitu Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, melalui timnya telah datang dan mengambil formulir. Kemudian, pada 20 Oktober 2025, dokumen-dokumen lengkap telah diserahkan kembali kepada kami,” ujar Ardy.
Menurut Ardy, seluruh persyaratan administratif dan legalitas telah dipenuhi oleh Listyo Sigit. Di antaranya meliputi surat pernyataan pendaftaran, daftar riwayat hidup, surat keterangan tidak bermasalah di pengadilan negeri, surat pernyataan kesediaan menjadi ketua umum, serta dukungan minimal dari enam Pengurus Provinsi (Pengprov) PB ISSI.
Lebih lanjut, Ardy menjelaskan bahwa proses penjaringan ini merupakan bagian dari tahapan menuju Musyawarah Nasional (Munas) PB ISSI yang akan digelar pada 30–31 Oktober 2025 di Jakarta. Selain memilih ketua umum baru, Munas juga akan membahas penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Sejarah PB ISSI
Sosok yang pernah memenangkan sengketa kepengurusan Ketua Umum PB ISSI Jenderal Listyo Sigit Prabowo di BOURI (Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia-red) ini menyampaikan, PB ISSI terus menegaskan pentingnya pelestarian sejarah olahraga sepeda di Indonesia.
"Sejarah mencatat bahwa olahraga balap sepeda telah dikenal sejak masa penjajahan Belanda, bahkan sebelum Perang Dunia II. Saat itu sudah ada pembalap-pembalap profesional yang disponsori berbagai merek seperti Tropical, Triumph, Hima, dan Mansonia," bebernya.
Kota Semarang menjadi salah satu pusat perkembangan balap sepeda pada masa itu, yang ditandai dengan pembangunan velodrome oleh arsitek Ooiman dan Van Leuwen. Olahraga ini kemudian semakin populer pasca kemerdekaan dan turut dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-11 tahun 1957 di Jakarta.
Organisasi Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) resmi berdiri pada 20 Mei 1956 di Kota Semarang, bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Sejak saat itu, ISSI menjadi wadah resmi pembinaan olahraga sepeda di Indonesia dan terus berperan aktif dalam mengembangkan prestasi atlet nasional di kancah internasional.
"Dengan semangat transformasi dan visi menuju Olimpiade 2028, PB ISSI berkomitmen memperkuat fondasi pembinaan, memperluas partisipasi masyarakat, dan menyiapkan atlet sepeda Indonesia untuk meraih prestasi gemilang di panggung dunia," imbuhnya.
Adapun misi PB ISSI antara lain membangun sportivitas pesepeda dengan meningkatkan kesehatan mental, fisik, serta keadilan dalam sistem pertandingan; menerapkan standar pelatihan internasional untuk menjaga daya saing atlet Indonesia.
Selain itu, PB ISSI berkomitmen memperkuat budaya solidaritas internal organisasi guna mendukung pengembangan talenta atlet dan eningkatkan sinergi dan kerja sama di tingkat internasional untuk membuka jalur penguatan dan pengembangan atlet berprestasi.*