Nasional

Kasihan Sekali! Lansia Ditemukan Tewas di Pulau Lizard Usai Tertinggal Kapal Pesiar Coral Adventurer

Oleh : Rikard Djegadut - Minggu, 02/11/2025 17:35 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Seorang wanita lanjut usia asal Australia berusia 80 tahun ditemukan meninggal dunia di Pulau Lizard, kawasan Great Barrier Reef, setelah tertinggal oleh kapal pesiar Coral Adventurer yang ditumpanginya pada Sabtu (25/10/2025).

Menurut laporan Courier Mail, wanita tersebut merupakan bagian dari rombongan pendaki yang mengikuti jalur menuju Cook’s Look, titik tertinggi di pulau terpencil sekitar 250 kilometer di utara Cairns. Namun, ia dikabarkan memisahkan diri dari kelompok untuk beristirahat dan tidak kembali ke kapal sebelum keberangkatan.

Kapal Coral Adventurer kemudian meninggalkan pulau saat matahari terbenam, namun beberapa jam kemudian kembali ke lokasi setelah kru menyadari ada satu penumpang yang belum kembali.

Operasi pencarian besar-besaran segera dilakukan melibatkan Kepolisian Queensland dan Otoritas Keselamatan Maritim Australia (Amsa). Jasad sang perempuan akhirnya ditemukan pada Minggu (26/10/2025) pagi.

Kepolisian Queensland menyebutkan bahwa laporan mengenai kematian mendadak dan tidak mencurigakan sedang disiapkan untuk diserahkan kepada petugas koroner.

“Kami akan bertemu dengan awak kapal pada akhir pekan untuk mendalami peristiwa tersebut,” ujar juru bicara Amsa, dikutip dari BBC.

CEO Coral Expeditions, Mark Fifield, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas insiden tragis tersebut.

“Kami sangat menyesal atas kejadian tragis ini dan telah menghubungi keluarga almarhumah untuk menawarkan dukungan,” ujarnya.

“Perusahaan bekerja sama dengan Kepolisian Queensland dan otoritas terkait lainnya dalam proses investigasi. Kami tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut selama penyelidikan berlangsung,” tambah Fifield.

Editor media pelayaran Sailawaze, Harriet Mallinson, mengatakan bahwa insiden seperti ini sangat jarang terjadi, karena perusahaan kapal pesiar umumnya memiliki sistem ketat untuk mencatat pergerakan penumpang.

“Ini kemungkinan besar adalah kejadian tragis yang sangat jarang terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Traci Ayris, seorang penumpang kapal lain yang sedang berlayar di sekitar pulau, menuturkan bahwa dirinya menyaksikan langsung proses pencarian.

“Helikopter terlihat menyisir jalur pendakian dengan lampu sorot pada Sabtu tengah malam. Sekitar tujuh orang pencari menggunakan obor untuk menelusuri jalur, tetapi operasi dihentikan sekitar pukul 03.00 dini hari,” katanya kepada ABC.

Menurut Ayris, suasana menjadi muram ketika jenazah korban ditemukan.

“Ketika jenazah ditemukan pada pagi harinya, kami tahu dia sudah tiada karena tim pencarian langsung dipanggil kembali. Tidak ada yang mendekati lokasi sampai polisi tiba,” ujarnya.

Ayris menggambarkan insiden ini sebagai tragedi menyedihkan di tempat yang seharusnya menjadi surga dunia.

“Seharusnya ini menjadi momen bahagia bagi perempuan itu,” ucapnya haru.

Diketahui, Coral Adventurer merupakan kapal pesiar berkapasitas 120 penumpang dengan 46 kru, dirancang untuk mengakses lokasi-lokasi terpencil di pesisir Australia. Kapal ini dilengkapi dengan perahu kecil (tender) yang digunakan untuk membawa penumpang dalam perjalanan darat singkat.

Usai insiden tersebut, kapal melanjutkan pelayaran menuju Darwin sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Artikel Lainnya