Jakarta, INDONEWS.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjajaki kerja sama strategis dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam rangka memperkuat penanggulangan bencana, khususnya pada fase pemulihan pascabencana. Kolaborasi ini difokuskan pada pemberdayaan masyarakat dan pemulihan ekonomi di wilayah terdampak.
Rencana kerja sama ini merupakan tindak lanjut pertemuan sebelumnya antara BNPB dan Komisaris Utama PNM. Pembahasan teknis yang digelar di Graha BNPB, Jakarta, pada Senin (17/11), telah mengidentifikasi sejumlah potensi sinergi, terutama pada program pemberdayaan masyarakat serta penguatan ekonomi lokal di daerah pascabencana.
BNPB berharap, kolaborasi ini tidak hanya menyentuh aspek pemulihan ekonomi, tetapi juga dapat menghadirkan pertukaran informasi, peningkatan kesiapsiagaan, serta penguatan ketahanan masyarakat pada masa tanggap darurat. Melalui mekanisme kerja sama yang tepat, berbagai inovasi di fase pemulihan diharapkan menjadi solusi berkelanjutan bagi wilayah, khususnya desa-desa yang terdampak bencana.
Pada tahap awal, BNPB dan PNM akan melakukan pemetaan terhadap 10 desa terdampak bencana yang masuk kategori Desa Tangguh Bencana (Destana). Desa-desa ini akan dijadikan sebagai percontohan implementasi kerja sama. Selain berstatus destana, wilayah yang dipilih juga diprioritaskan yang telah memiliki Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu instrumen penguatan ekonomi masyarakat.
Tim BNPB dan PNM juga membahas penyusunan nota kesepahaman yang nantinya akan dielaborasi lebih rinci ke dalam perjanjian kerja sama (PKS). Melalui PKS, kerja sama kedua pihak akan memiliki landasan operasional yang jelas dan mengikat secara hukum.
Pertemuan ini dikoordinasikan oleh unsur pengarah BNPB, Ary Laksmana Widjaja, dan dihadiri oleh perwakilan unit kerja terkait di lingkungan BNPB, antara lain Direktorat Pemulihan Sosial, Ekonomi dan Sumber Daya Alam, serta Biro Hukum, Organisasi dan Kerja Sama. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketangguhan masyarakat di wilayah rawan dan terdampak bencana.