Nasional

PNM Kabanjahe Gandeng Media dan Influencer Karo Perkuat Narasi Pemberdayaan Perempuan Melalui Mekaar

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 21/11/2025 07:55 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Upaya pemberdayaan perempuan melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) menjadi fokus utama dalam temu ramah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Kabanjahe bersama insan pers dan influencer Karo yang digelar di Gundaling Farmstead, Kamis (20/11/2025).

Dalam pertemuan tersebut, PNM menekankan bagaimana akses pembiayaan dan pendampingan usaha mampu mengubah kehidupan ribuan perempuan pelaku usaha mikro, khususnya di wilayah Karo.

Acara ini dihadiri jurnalis dari berbagai media cetak dan daring, penggiat media sosial, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Karo.

Kabid Humas dan Informasi Komunikasi Publik Dinas Kominfo Karo, Debora Morina Br Barus, menegaskan pentingnya peran media dalam menyebarkan informasi yang kredibel tentang program pemberdayaan.

“PNM sudah memberikan kontribusi besar dalam memperluas akses permodalan, khususnya bagi perempuan pra sejahtera. Media berperan memastikan informasi itu sampai ke publik secara benar,” ujar Debora.

Sementara itu, Pemimpin Cabang PT PNM Kabanjahe, Daniel Silitonga, menyampaikan bahwa sinergi dengan media merupakan bagian dari penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), terutama pada aspek transparansi. Menurutnya, keberhasilan PNM tidak hanya diukur dari seberapa besar penyaluran pembiayaan, tetapi juga dari dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

“Kolaborasi dengan media memastikan masyarakat menerima informasi yang lengkap dan bermanfaat tentang pemberdayaan ultra mikro. Ini penting untuk memperkuat kepercayaan publik,” tegas Daniel.

Dalam paparannya, Daniel menjelaskan tiga pilar bisnis PNM, yaitu: Pembiayaan ultra mikro melalui program Mekaar dan ULaMM; Pendampingan serta pelatihan usaha bagi nasabah dan pPengembangan usaha berkelanjutan melalui akses pemasaran dan peningkatan kualitas produk.

Daniel mencontohkan bahwa di Kabupaten Karo, banyak nasabah perempuan yang telah menunjukkan peningkatan kapasitas usaha berkat pelatihan rutin dan pembinaan intensif dari PNM.

Pada sesi diskusi dan tanya jawab, beragam isu mengemuka, mulai dari tantangan usaha mikro pasca pandemi, kebutuhan pendampingan berkelanjutan, hingga pentingnya narasi pemberdayaan yang objektif. Sejumlah jurnalis juga menyoroti isu perlindungan petugas lapangan serta dinamika hubungan PNM dan nasabah di wilayah Karo.

PNM menyambut seluruh masukan tersebut dan berkomitmen memperkuat kanal komunikasi yang lebih responsif bagi media.

“Media adalah mitra strategis kami. Semakin luas informasi tentang program PNM diterima masyarakat, semakin besar dampak pemberdayaan yang bisa kita capai,” ujar Daniel.

Melalui kegiatan seperti ini, PNM berharap semakin banyak masyarakat Karo memahami bahwa program pemberdayaan yang dijalankan tidak sekadar soal pembiayaan, tetapi juga meliputi pendampingan usaha, pelatihan, dan akses pasar.

PNM Kabanjahe juga mendorong agar berbagai kisah keberhasilan nasabah dan dampaknya terhadap peningkatan ekonomi keluarga dapat tersampaikan lebih luas melalui pemberitaan yang positif dan berimbang.

Dengan sinergi yang semakin kuat antara PNM dan insan pers, publik di Kabupaten Karo diharapkan memperoleh informasi yang lebih jelas, lengkap, dan mudah dipahami mengenai berbagai program pemberdayaan yang tengah berjalan.

Artikel Lainnya