Nasional

PNM dan BRILife Gelar Literasi Asuransi BeRIKetenangan untuk 500 Nasabah Mekaar di 10 Kota

Oleh : Rikard Djegadut - Senin, 24/11/2025 09:07 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama BRILife menggelar rangkaian Literasi Asuransi bertajuk #BeRIKetenangan di sepuluh kota sejak 17 Oktober hingga 14 November 2025. Program ini menyasar lebih dari 500 nasabah Mekaar yang mayoritas merupakan perempuan pelaku usaha ultra mikro.

Lewat program ini, PNM dan BRILife menghadirkan edukasi komprehensif mengenai pentingnya perlindungan finansial, khususnya bagi perempuan yang mengelola usaha rumah tangga. Kegiatan digelar berurutan di Tasikmalaya, Lamongan, Solo, Kabanjahe, Padang, Palembang, Banjarmasin, Probolinggo, Blitar, hingga Magelang.

Di setiap kota, tim menyuguhkan penyuluhan interaktif tentang manfaat asuransi, perencanaan risiko usaha, serta cara menjaga keamanan keuangan keluarga. Peserta diajak berdiskusi soal kejadian-kejadian tak terduga yang bisa mengganggu usaha, serta bagaimana perlindungan asuransi dapat menjadi bantalan saat pendapatan terganggu.

Direktur Pemasaran BRILife dalam sejumlah sesi menjelaskan bahwa perlindungan asuransi berperan menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga para pelaku usaha. “Asuransi bukan hanya produk, tapi alat perlindungan yang bisa membantu ibu-ibu bertahan ketika musibah datang, sehingga roda usaha dan keluarga tetap berjalan,” paparnya dalam salah satu sesi literasi.

Perwakilan PNM menambahkan, penguatan literasi finansial merupakan bagian penting dari program pemberdayaan nasabah Mekaar. Dengan pemahaman yang lebih baik soal risiko dan perlindungan keuangan, pelaku usaha ultra mikro diharapkan mampu menjaga keberlangsungan usaha rumah tangga mereka.

Data pihak penyelenggara menunjukkan pemerataan partisipasi di seluruh titik kegiatan. Tasikmalaya menjadi pembuka dengan 50 peserta dari tujuh unit Mekaar. Di Lamongan, kegiatan diikuti 50 ibu nasabah dari Area Gresik 2, sementara Solo mencatat 59 peserta dari Unit Banjarsari 2.

Kota Kabanjahe dan Padang masing-masing menghadirkan 50 dan 55 perempuan pelaku usaha. Di Palembang, kegiatan mengumpulkan 50 nasabah dari Unit Kemuning. Banjarmasin menjadi salah satu titik terpadat dengan 70 peserta dari dua unit, sedangkan Probolinggo mencatat antusias tertinggi dengan kehadiran 100 nasabah dari empat unit di kawasan Pasuruan.

Di Blitar, program diikuti 60 peserta dari Sananwetan, Kepanjen Kidul, dan Sukorejo. Rangkaian literasi kemudian ditutup di Kota Magelang pada 14 November 2025 melalui kegiatan di Hotel Puri Asri, yang dihadiri 50 perempuan nasabah Mekaar.

Penyelenggara menekankan bahwa rangkaian literasi ini bukan sekadar penyuluhan satu arah, melainkan ruang dialog yang menghubungkan konsep asuransi dengan realitas keseharian para pelaku usaha ultra mikro—mulai dari mengelola risiko kesehatan, kecelakaan, hingga potensi kehilangan pendapatan.

Selain memperkuat pemahaman tentang pentingnya proteksi keuangan, program #BeRIKetenangan juga menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan inklusi keuangan nasional. Inisiatif ini sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan Tanpa Kemiskinan, Kesetaraan Gender, dan Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui penguatan kapasitas perempuan pelaku usaha di berbagai daerah. (Disway.id)

Artikel Lainnya