Nasional

Kepala BRIN Tekankan Pengarusutamaan Gender dalam Ekosistem Riset-Inovasi dan Empat Pilar Kepemimpinan Masa Depan

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 09/12/2025 21:08 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si, menyampaikan keynote speech mengenai pentingnya Pengarusutamaan Gender dan Kepemimpinan dalam Penguatan Ekosistem Riset dan Inovasi dalam pembukaan Pusat Studi Gender dan Kepemimpinan Birokrasi (PSGKB) Politeknik STIA LAN Jakarta.

Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa riset dan inovasi nasional tidak boleh dilepaskan dari prinsip inklusivitas gender apabila Indonesia ingin membangun kebijakan berbasis ilmu pengetahuan yang adil dan berkelanjutan.

Prof. Arif menyoroti bahwa riset yang baik harus berbasis kesetaraan gender dalam seluruh tahapan—mulai dari perumusan masalah, pengumpulan data, analisis, hingga pemanfaatan hasil penelitian. Pendekatan ini, menurutnya, akan menghasilkan solusi yang lebih komprehensif dan relevan bagi masyarakat.

Ia juga memaparkan Strategi Konsolidasi Riset Nasional yang Horizontal dan Vertikal, yaitu integrasi riset antar-lembaga dan antar-disiplin (horizontal), serta penyelarasan riset pusat–daerah dan kebijakan nasional (vertikal). Strategi ini dinilai penting untuk memperkuat daya saing riset Indonesia dan menciptakan ekosistem inovasi yang lebih solid.

Dalam kerangka penguatan kepemimpinan, Prof. Arif memperkenalkan empat pilar kepemimpinan yang wajib dimiliki pemimpin birokrasi dan pemimpin riset: Lead the Future – kesiapan memprediksi arah perubahan dan merancang visi jangka panjang, Lead Change – kemampuan mengelola dan memimpin perubahan, Lead Others – kapasitas memotivasi, membangun kolaborasi, dan memberdayakan tim, Lead Self – kemampuan membangun integritas dan disiplin diri sebagai fondasi kepemimpinan.

Beliau menyambut baik hadirnya PSGKB sebagai katalis untuk menyiapkan pemimpin-pemimpin masa depan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi transformasi.

 

Artikel Lainnya