Jakarta, INDONEWS.ID – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan sebanyak 26 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) saat ini sedang dalam proses pembangunan di berbagai daerah. Pembangunan koperasi tersebut ditugaskan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara dengan melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di masing-masing wilayah agar prosesnya berjalan cepat.
“Sudah hari ini, sudah dibangun dalam proses 26 ribu Kopdes, ditugaskan kepada Agrinas Pangan, kerja sama dengan TNI di daerah agar cepat,” ujar Zulkifli Hasan dalam konferensi pers usai rapat koordinasi terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (12/1).
Zulhas menjelaskan, rapat tersebut juga membahas percepatan pembebasan lahan untuk pembangunan Kopdes Merah Putih. Idealnya, setiap Kopdes memiliki lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi. Namun demikian, ia menegaskan lahan persawahan tidak boleh digunakan untuk pembangunan koperasi.
“Kalau sudah (lahan) sawah jelas enggak boleh, Pak. Pak Menteri Pertanian ngamuk nanti, kalau sawah enggak boleh,” katanya.
Saat ini, pemerintah tengah mendata kebutuhan lahan Kopdes Merah Putih di kawasan perkotaan. Hal ini mengingat harga lahan di kota cenderung jauh lebih mahal dibandingkan di wilayah kabupaten. Karena keterbatasan kemampuan pemerintah untuk membeli lahan luas di perkotaan, Zulhas membuka opsi pembangunan gedung koperasi secara vertikal.
“Kota-kota tentu tidak ideal karena tanah mahal. Ada yang 300 meter persegi, ada yang 500 meter persegi. Sedang kita data, apakah nanti dibangunnya ke atas,” ujarnya.
Selain sebagai pusat distribusi pangan, Zulhas berharap Kopdes Merah Putih dapat dimanfaatkan sebagai gudang oleh Perum Bulog untuk menyimpan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), terutama menjelang panen raya yang diperkirakan terjadi lebih cepat, yakni pada Februari hingga Maret.
“Koperasi desa juga bisa jadi gudang. Karena waktunya cepat, kita perlu Februari dan Maret (panen raya),” ucapnya.
Ia menyebut produksi beras tahun ini diproyeksikan meningkat sekitar 5 hingga 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Seiring dengan itu, pemerintah menaikkan target CBP menjadi 4 juta ton. Namun, keterbatasan gudang menjadi tantangan tersendiri.
“Perlu namanya gudang. Gudang-gudang dulu ada hampir 1.900, sekarang tinggal 1.500-an yang harus alih fungsi. Kita ingin kembalikan, karena gudangnya kurang,” kata Zulhas.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan sekitar 80 ribu Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Peresmian simbolis program tersebut dijadwalkan digelar di Klaten, Jawa Tengah.
Zulhas menegaskan, Kopdes Merah Putih merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun sistem distribusi bahan pokok sekaligus menjadi perpanjangan tangan negara dalam menjalankan berbagai program pangan, mulai dari pasar murah hingga penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.