Jakarta, INDONEWS.ID - Otoritas Prancis mendakwa empat orang yang ditahan pekan lalu di wilayah barat daya Prancis atas dugaan melakukan pengintaian untuk China. Keempatnya diduga terlibat dalam aktivitas penyadapan data militer sensitif, demikian dilaporkan stasiun radio Franceinfo mengutip keterangan jaksa, Kamis (5/2).
Sebelumnya, surat kabar Le Figaro melaporkan bahwa aparat penegak hukum menahan empat orang di Departemen Gironde terkait dugaan aktivitas spionase untuk China. Dari jumlah tersebut, dua orang merupakan warga negara China.
Menurut laporan, dua tersangka ditahan dalam penahanan pra-persidangan, sementara dua lainnya ditempatkan di bawah pengawasan yudisial. Jaksa menyebut langkah tersebut diambil seiring pendalaman penyidikan atas dugaan pelanggaran keamanan negara.
Dua warga negara China yang terlibat diketahui masuk ke Prancis dengan status sebagai insinyur pada sebuah perusahaan yang meneliti sistem komunikasi nirkabel. Dalam penggeledahan di apartemen sewaan mereka, penyelidik menemukan sistem komputer yang terhubung dengan antena satelit.
Jaksa menjelaskan, peralatan tersebut diduga memungkinkan penyadapan data sensitif yang dipertukarkan oleh sejumlah unit militer penting. Otoritas Prancis masih menyelidiki cakupan aktivitas yang dilakukan para tersangka serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan tersebut.
Kasus ini menambah daftar panjang kekhawatiran negara-negara Eropa terkait dugaan aktivitas spionase asing yang menyasar sektor pertahanan dan keamanan strategis.