Nasional

Selat Hormuz Memanas, Iran Tutup Sebagian Jalur Saat Latihan Bersama Rusia

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 19/02/2026 11:51 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Iran dan Rusia dijadwalkan menggelar latihan angkatan laut bersama di Laut Oman dan Samudra Hindia bagian utara pada Kamis, menurut laporan kantor berita semi-resmi Iran, Fars. Latihan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan kawasan menyusul pengerahan kekuatan militer Amerika Serikat ke Timur Tengah.

Seorang komandan angkatan laut Iran, Hassan Maghsoodloo, mengatakan latihan tersebut bertujuan memperkuat konvergensi dan koordinasi dalam menghadapi ancaman terhadap keamanan dan keselamatan maritim.

“Latihan untuk membangun konvergensi dan koordinasi dalam tindakan bersama melawan aktivitas yang mengancam keamanan dan keselamatan maritim (...) serta memerangi terorisme maritim. Ini adalah beberapa tujuan utama dari latihan bersama ini,” ujar Maghsoodloo seperti dikutip Fars.

Meski tidak menyebut secara eksplisit pihak yang dimaksud sebagai ancaman, latihan ini dinilai sebagai sinyal peringatan terhadap Amerika Serikat yang telah meningkatkan kehadiran militernya di kawasan, termasuk pengerahan kapal induk dan jet tempur.

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya berulang kali menyatakan siap mengambil tindakan militer terhadap Iran, termasuk kemungkinan mengganti rezim yang berkuasa di Teheran. Pekan lalu, ia mengumumkan bahwa kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, dikirim dari Laut Karibia ke Timur Tengah.

Kapal tersebut akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln beserta kapal perusak rudal pengawalnya yang telah berada di kawasan lebih dari dua pekan. Ketegangan meningkat setelah pasukan AS menembak jatuh drone Iran yang mendekati Lincoln saat Iran berupaya menghentikan kapal berbendera AS di Selat Hormuz.

Penutupan Sebagian Selat Hormuz

Iran juga menutup sebagian Selat Hormuz untuk alasan keamanan selama latihan militer oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Media pemerintah Iran melaporkan penutupan dilakukan demi menjaga prinsip keselamatan dan navigasi.

Kantor berita semi-resmi Tasnim menyebutkan bahwa rudal yang diluncurkan dari wilayah Iran dan sepanjang garis pantainya telah mengenai sasaran di Selat Hormuz. Latihan ini menjadi kali kedua dalam beberapa pekan terakhir Iran menggelar latihan tembak langsung di jalur pelayaran strategis tersebut.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, turut meningkatkan peringatan kepada AS. Dalam pernyataannya yang disiarkan televisi pemerintah, Khamenei menyebut kapal perang sebagai alat berbahaya, namun menegaskan bahwa ada senjata yang lebih berbahaya karena mampu menenggelamkan kapal perang ke dasar laut.

Ia juga memperingatkan Washington agar tidak memaksakan hasil dalam perundingan yang sedang berlangsung.

Bayang-bayang Konflik Regional dan Isu Nuklir

Negara-negara Arab Teluk memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Iran dapat memicu konflik regional baru di Timur Tengah, yang masih bergejolak akibat perang Israel-Hamas di Jalur Gaza.

Pemerintahan Trump sendiri tengah berupaya mencapai kesepakatan untuk membatasi program nuklir Iran dan memastikan Teheran tidak mengembangkan senjata nuklir. Iran menegaskan bahwa program nuklirnya bertujuan damai dan menolak tuntutan untuk menghentikan pengayaan uranium atau menyerahkan cadangannya.

Sebelumnya, perundingan antara AS dan Iran terhenti setelah Israel melancarkan perang 12 hari terhadap Iran pada Juni lalu. Dalam konflik tersebut, AS mengebom sejumlah situs nuklir Iran, yang dilaporkan merusak sentrifugal pengayaan uranium. Serangan Israel juga disebut menghancurkan sistem pertahanan udara Iran serta menargetkan persenjataan rudal balistiknya.

Sebelum perang itu, Iran dilaporkan telah memperkaya uranium hingga kemurnian 60 persen—tingkat yang secara teknis mendekati ambang batas senjata nuklir. Meski demikian, Teheran bersikeras tidak berniat mengembangkan senjata nuklir.

Artikel Lainnya