Nasional

Jaga Populasi OAP, Pemerintah Papua Tengah Gratiskan Program Bayi Tabung bagi Masyarakat

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 21/02/2026 08:32 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Pemerintah Provinsi Papua Tengah menginisiasi program bayi tabung sebagai solusi untuk menjaga pertumbuhan populasi Orang Asli Papua (OAP) yang mengalami penurunan akibat persoalan kesehatan reproduksi. Program tersebut disediakan secara gratis berdasarkan kebijakan gubernur dan wakil gubernur Papua Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, Agus, mengatakan masyarakat kini dapat mengakses layanan bayi tabung di wilayah Papua Tengah tanpa harus berobat ke luar daerah.

“Program bayi tabung jalan, sehingga masyarakat Papua tidak perlu lagi berobat ke luar daerah. Cukup ke Papua Tengah dan itu gratis,” ujarnya di Nabire, Jumat.

Berdasarkan data kesehatan daerah, penurunan angka kelahiran di Papua Tengah dipengaruhi infeksi saluran reproduksi pada laki-laki dan perempuan yang berkaitan dengan pola perilaku kesehatan yang kurang baik. Program bayi tabung diharapkan membantu pasangan yang mengalami gangguan kesuburan sekaligus menjaga keberlangsungan populasi OAP.

Integrasi Program KoHarus Sehat

Selain program bayi tabung, Pemprov Papua Tengah juga meluncurkan Program KoHarus Sehat (Kartu Otsus Harapan Baru Sehat Papua Tengah). Program ini mengusung tiga pendekatan utama, yakni preventif-promotif melalui skrining kesehatan dan imunisasi, jaminan pembiayaan kesehatan, serta sinergi lintas pemerintah.

Saat ini Papua Tengah memiliki 150 puskesmas, namun baru 127 yang teregistrasi dan sekitar 60 yang terakreditasi. Penguatan layanan kesehatan dasar menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

Dalam aspek pembiayaan, masyarakat cukup menggunakan Kartu Keluarga (KK) untuk memperoleh layanan berobat. Apabila tidak tercakup dalam Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) dari pusat, maka pembiayaan akan ditanggung melalui jaminan kesehatan daerah kabupaten.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan pentingnya pendekatan pembangunan kesehatan yang disesuaikan dengan kondisi geografis dan karakter masyarakat di provinsi baru tersebut.

“Ini provinsi baru dengan karakter masyarakat berbeda-beda sehingga kami sedang mencari formula yang tepat untuk penanganan yang lebih khusus dan spesifik,” ujarnya.

Pemprov Papua Tengah menargetkan seluruh masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan secara gratis melalui penguatan kerja sama dengan berbagai rumah sakit, sebagai bagian dari upaya membangun sistem kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah tersebut.

Artikel Lainnya