Jakarta, INDONEWS.ID - Kita memang berbeda satu sama lain tapi di olahraga kah kita disatukan, lewat padel pula alumni SMA 3 Jakarta menyatu bareng di Booster Arena kala komunitas padel Teladan menggelar turnamen mini volume 2, lintas angkatan main bareng dan berebut jadi yang terbaik di sana.
Sekitar pukul 15.00 halaman parkir padel court di kawasan Andara, Depok, Jawa Barat, persis di sisi tol lingkar luar Jakarta - Depok dipenuhi puluhan kendaraan roda dua can emaot dari berbagai brand. Pengemudi dan penumpangnya adalah mereka yang akan berusaha menjadi pasangan nomer 1 di turnamen itu.
Rata-rata mengenakan kaos hitam bertuliskan "Ramadhan Sunday Market" di bagian punggungnya. Itulah jersey turnamen mini ala komunitas padel Teladan yang diketuai April alumni angkatan 99.
Seluruh peserta turnamen merupakan alumni SMA yang berada di kawasan Setibudi, Jakarta Selatan, masyarakat mengenal sebutan sekolah menengah itu, SMA Teladan yang bukan hanya sekedar sebutan tapi teladan sesungguhnya. Bukti 'keteladanan' mereka seperti saat ini menggelar turnamen Padel guna mencari pemain handal yang siap mereka orbitkan, selain menggelar turnamen untuk kumpul bareng.
Hal itu pun diakui April yang mengatakan, ini turnamen sifatnya untuk 'kegembiraan', turnamen fun tapi kami juga memantau pemain muda yang punya bakat. Pemain itu akan dibina lalu diorbitkan menjadi pemain padel yang profesional sehingga mengharumkan nama alumni dan bangsa.
Meski 60 pasangan yang terbagi dua kategori, ganda putera dan ganda campuran dari lintas angkatan mulai angkatan 71 hingga angkatan 2026 akan dipantau dan dibina agar menjadi atlet yang handal.
Teringat dengan ungkapan era 80, 'ini Medan bung', rasanya pas untuk mengatakan 'ini padel bung' di olahraga yang mirip tenis lapang, pemain dari usia diatas 60 sampai usai baru belasan tahun main satu lapangan penuh tawa dan senyum yang lepas, apalagi bila ada pemain melakukan kesalahan pukul.
Olahraga dimainkan penuh kegembiraan seperti tak ada rasa lelah meski mereka bertanding di turnamen yang dikelola profesional. Panitia sengaja menggandeng pihak profesional untuk memimpin pertandingan dan menilai setiap angka yang dihasilkan para peserta. Jadi walau padel fun tapi dipimpin dan dinilai oleh profesional.
Turnamen volume 2 sedikit berbeda dengan volume 1, menurut April, perbedaan itu karena digelar saat Ramadan dimana banyak break waktu untuk peserta membatalkan puasanya, tarawih dan mendapat ilmu tentang bagaimana mendesain sesuatu lewat aplikasi Canva.
Turnamen ini juga dibarengi dengan bazar UMKM, uniknya semua peserta bazar juga alumni SMA 3 Jakarta. April mengatakan, turnamen ini dari kita untuk kita, semuanya alumni dan ada juga yang masih berstatus pelajar di sekolah tersebut serta guru yang punya usaha UMKM.
Untuk itu, April berharap, turnamen ini akan terus digelar beberapa bulan sekali dalam setahun. Dan ajang ini juga tempat kami berkumpul dan bersilaturahmi agar kebersamaan kami tak putus begitu lulus sekolah.