Nasional

Prabowo Subianto Minta Skenario WFH dan Pengurangan Hari Kerja Jika Terjadi Krisis BBM

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 14/03/2026 14:44 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran menteri dalam Kabinet Merah Putih untuk mengkaji sejumlah langkah efisiensi bahan bakar minyak (BBM) apabila terjadi krisis energi. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penerapan kerja dari rumah atau Work from Home (WFH) serta pengurangan jumlah hari kerja.

Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3). Dalam pertemuan itu, Presiden menyoroti perkembangan situasi global di kawasan Eropa dan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga energi dunia, termasuk BBM, yang pada akhirnya bisa berdampak pada harga pangan.

“Kita menghadapi perkembangan global di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Hal ini tentunya memberi dampak kepada kita karena akan memengaruhi harga BBM. Harga BBM juga bisa memengaruhi harga makanan,” ujar Prabowo.

Menurutnya, pemerintah telah mengamankan sejumlah aspek fundamental, khususnya terkait ketahanan pangan. Namun demikian, langkah antisipatif tetap perlu disiapkan untuk menghadapi kemungkinan tekanan di sektor energi.

Presiden menegaskan bahwa penghematan konsumsi BBM harus menjadi perhatian bersama. Ia mengingatkan agar Indonesia tidak merasa terlalu aman tanpa melakukan langkah pengendalian dan antisipasi.

“Kita harus melakukan langkah-langkah yang proaktif. Artinya, kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apa pun yang terjadi kita aman,” tegasnya.

Sebagai perbandingan, Prabowo menyinggung kebijakan yang pernah diterapkan oleh pemerintah Pakistan dalam menghadapi potensi krisis energi. Negara tersebut menerapkan kebijakan penghematan ketat, termasuk penerapan WFH bagi pegawai pemerintah maupun swasta hingga 50 persen serta pengurangan hari kerja menjadi empat hari dalam sepekan.

Selain itu, Pakistan juga memangkas gaji pejabat negara, mengurangi penggunaan BBM kendaraan pemerintah, hingga menghentikan sejumlah belanja negara yang dianggap tidak mendesak.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa kebijakan tersebut hanya dijadikan bahan kajian bagi pemerintah Indonesia. Ia meminta para menteri dan kepala lembaga membahas berbagai opsi efisiensi secara matang.

Presiden juga mengingatkan pengalaman saat pandemi COVID-19 yang menunjukkan bahwa pola kerja dari rumah mampu menekan mobilitas masyarakat, mengurangi kemacetan, sekaligus menurunkan konsumsi energi secara signifikan.

“Nah, jadi ini saya minta dibicarakan nanti. Dulu kita atasi Covid dan kita berhasil. Kita mampu banyak bekerja dari rumah dengan efisien. Artinya, kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar,” ujarnya.

Karena itu, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah mempersiapkan berbagai skenario sebagai langkah antisipasi apabila situasi global memburuk.

“Kita tidak panik, tetapi kita juga tidak boleh terlalu lengah. Kita tidak boleh tidak mempersiapkan diri untuk kemungkinan paling buruk,” pungkasnya.

Artikel Lainnya