Nasional

Israel Akan Terus Berperang dengan Iran hingga April, Sebut Ribuan Target Masih Diburu

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 17/03/2026 07:43 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Pasukan Pertahanan Israel atau Israel Defense Forces (IDF) menyatakan akan melanjutkan operasi militernya melawan Iran setidaknya selama tiga minggu ke depan. Operasi tersebut disebut menargetkan ribuan sasaran militer yang masih tersisa di wilayah Iran.

Juru bicara IDF, Effie Defrin, mengatakan militer Israel telah menyiapkan rencana operasi hingga perayaan Paskah Yahudi yang jatuh sekitar tiga minggu mendatang.

“Kami memiliki ribuan target di depan. Kami siap dengan rencana setidaknya hingga Paskah, sekitar tiga minggu dari sekarang, untuk terus bertempur dengan Iran dengan berkoordinasi dengan Amerika Serikat,” kata Defrin dalam wawancara dengan CNN, Sabtu (14/3).

Menurut Defrin, Israel bahkan telah menyusun skenario lanjutan untuk tiga pekan setelah perang dihentikan. Tujuan utama operasi tersebut adalah melemahkan rezim Iran secara signifikan, khususnya kemampuan Teheran dalam memproduksi dan meluncurkan rudal.

Laporan The Times of Israel menyebut sejumlah pejabat Israel menilai konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran saat ini berbeda dengan konfrontasi yang terjadi pada Juni 2025.

Pada konflik tahun lalu, Israel lebih fokus menghancurkan program nuklir Iran yang dianggap sebagai ancaman langsung. Namun dalam perang kali ini, Israel disebut ingin menghilangkan sepenuhnya “ancaman strategis” terhadap negara Yahudi tersebut.

Sejalan dengan tujuan itu, IDF kini memperluas target serangan ke seluruh industri pertahanan Iran. Selain program nuklir, sasaran mencakup kemampuan rudal balistik, sistem pertahanan udara, serta fasilitas produksi persenjataan lainnya.

Industri pertahanan Iran diketahui memproduksi berbagai sistem militer, mulai dari rudal balistik, sistem pertahanan udara, persenjataan angkatan laut, hingga kemampuan siber dan satelit pengintai.

IDF mengklaim operasi militer yang terus meluas tersebut telah merusak lebih dari 1.700 aset industri militer Iran. Militer Israel juga memperkirakan sekitar 4.000 hingga 5.000 tentara Iran tewas akibat serangan yang berlangsung dalam konflik terbaru ini.

Artikel Lainnya