Nasional

BMKG Imbau Pemudik Berangkat Pagi hingga Siang, Waspadai Hujan di Jalur Pegunungan

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 20/03/2026 08:27 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Badan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 untuk memilih waktu keberangkatan pada pagi hingga siang hari. Hal ini menyusul masih adanya potensi hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah, terutama di jalur pegunungan.

Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, menyampaikan bahwa secara umum wilayah Jawa Tengah telah melewati puncak musim hujan. Meski demikian, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih kerap terjadi, bahkan sesekali dapat turun cukup deras dalam durasi singkat.

“Secara umum di Jawa Tengah sudah melewati puncak musim hujan. Hujan yang terjadi biasanya ringan hingga sedang, meskipun sesekali bisa cukup deras dengan durasi singkat,” ujar Yoga dalam keterangan tertulis, Jumat (20/3/2026).

Ia menjelaskan, kondisi cuaca tersebut relatif merata di berbagai wilayah, mulai dari kawasan Pantai Utara (Pantura), wilayah selatan, hingga kawasan pegunungan di bagian tengah Jawa Tengah.

Meski demikian, BMKG mengingatkan agar pemudik tetap meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur dataran tinggi dan pegunungan. Pasalnya, potensi hujan di wilayah tersebut cenderung lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya.

“Untuk wilayah Pantura, tengah, dan selatan relatif aman. Namun, kewaspadaan perlu ditingkatkan saat melintasi jalur pegunungan, karena potensi hujan biasanya lebih tinggi,” kata Yoga.

BMKG juga mencatat, pada masa peralihan musim seperti saat ini, hujan umumnya turun pada siang hingga menjelang sore hari. Oleh karena itu, pemudik disarankan mengatur waktu perjalanan lebih awal guna menghindari risiko cuaca buruk.

Selain pemudik, masyarakat yang berencana berwisata selama libur Lebaran juga diimbau untuk memperhatikan kondisi cuaca, terutama di kawasan wisata alam. BMKG memprediksi adanya potensi cuaca ekstrem bersifat lokal, khususnya di daerah bantaran sungai atau lokasi wisata air yang hulunya berada di kawasan pegunungan.

Untuk mendapatkan informasi cuaca terkini, masyarakat diminta aktif memantau prakiraan melalui platform resmi BMKG, seperti Digital Weather for Traffic (DWT) untuk transportasi darat, System of Interactive Aviation Meteorology (Inasiam) untuk penerbangan, serta Indonesia Weather Information for Shipping (Inawis) bagi aktivitas maritim.*

Artikel Lainnya