Jakarta, INDONEWS.ID--Real Madrid tersingkir dari pentas sepak bola Eropa usai kalah 4-3 lawan Bayern Munich.
Duel leg kedua perempatfinal yang berlangsung di Stadion Allianz Arena, Kamis (16/4) dini hari WIB itu berlangsung imbang sepanjang laga.
Namun memasuki menit akhir, laga berubah dengan dominasi tuan rumah dan berhasil mencetak 2 gol.
Dua gol yang mengubah skor dari 2-3 menjadi 4-3 tercipta setelah Madrid kehilangan satu pemain.
Wasit mengganjar kartu merah Eduardo Camavinga pada menit ke-86 usai melanggar Harry Kane.
Namun Camavinga diganjar kartu merah bukan karena melanggar Kanne, tetapi karena Camavinga menahan bola selama beberapa detik.
Pelatih Madrid Arbeloa lantas kecewa dengan keputusan wasit asal Slovenia itu.
Menurut Arbeloa, seorang pemain tidak sepantasnya mendapat kartu merah hanya karena menahan bola beberapa detik.
Apalagi pemain tersebut telah mendapat kartu kuning pertama.
Camavinga yang tampil sebagai pemain pengganti pada pertengahan babak kedua, mendapat kartu kuning pertama pada menit ke-79.
Keputusan wasit ini yang disebut Arbeloa merusak laga yang bisa saja berakhir dengan kemenangan Madrid.
Pasalnya, sebelum kartu merah, Madrid unggul 2-3 atau agregat imbang 4-4.
"Anda tidak bisa mengusir pemain karena hal seperti itu. Wasit bahkan tidak tahu dia punya kartu dan dia merusak pertandingan yang sangat indah dan seimbang," kata Arbeloa dilansir dari Marca.
Setelah kartu merah itu Munchen bisa mencetak 2 gol dan menyamakan kedudukan dan berbalik menang 4-3.
"Saya ikut merasakan kesedihan mereka, atas usaha yang mereka lakukan, untuk para penggemar Madrid yang datang dan mereka yang menonton di rumah."
"Ini menyakitkan karena Madrid tidak akan memenangkan gelar ke-16-nya tahun ini, tetapi kami kembali ke Madrid dengan bangga karena kami memberikan segalanya," ujar Arbeloa.
Karena kekalahan ini Real Madrid gagal melaju ke babak semifinal dan terancam tidak mendapat trofi tahun ini.
Kini Madrid hanya tinggal berjuang di pentas domestik, bersaing dengan Barcelona meraih gelar La Liga musim ini.
"Ini Real Madrid. Liga ini sangat rumit, tetapi bahkan di hari terakhir pun kami harus terus berjuang hingga pertandingan terakhir. Kami memiliki lambang yang harus dipertahankan," katanya.