Jakarta, INDONEWS.ID - Pengalaman dan kematangan mental merupakan faktor penting untuk meraih kemenangan dalam bertanding.
Tim bulu tangkis putra Indonesia merupakan kombinasi pemain senior dan yunior.
Maka faktor pengalaman dan kematangan mental akan menjadi masalah jika diabaikan.
Untuk itulah kehadiran para pemain senior dalam tim putra Indonesia sangat penting.
Pengalaman dan kematangan mental mereka dalam bertanding sudah teruji.
Maka tugas mereka adalah menginginkan para pemain yunior bagaimana caranya bermain saat menghadapi tekanan.
Di tim putra, ada pemain senior tinggal putra yaitu Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie dan Fajar Alfian.
Anthony Sinisuka Ginting mengungkapkan, pihaknya punya peran penting di tim Indonesia untuk Thomas Cup 2026.
Ginting menilai pemain-pemain muda punya andil besar dalam membakar semangat tim. Kendati demikian, lanjut dia, gelora tersebut tetap harus terkontrol.
"Ada Jonatan, Fajar, dan juga saya. Setiap hari, kami selalu mengingatkan pemain-pemain muda untuk mengontrol, emosi, ekspektasi, dan semangat mereka," ujar Ginting.
Dilansir laman resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia atau BWF, Ginting menyebutkan, pemain muda memang bisa membakar nyala api semangat.
"Kendati demikian, kami harus tetap seimbang. Kami harus bisa menenangkan mereka. Di satu sisi, mereka juga tidak boleh terlalu terbawa suasana," sambung Anthony.
Terlepas dari hal itu, Anthony juga membahas persiapannya secara pribadi untuk Thomas Cup 2026.
Selain menjaga kondisi fisiknya, pebulu tangkis berusia 29 tahun ini sangat memperhatikan masalah mental.
"Kondisi saya sangat baik, tidak ada kecederaan sama sekali. Saya harus menjaga kondisi tubuh saya lebih baik dari sebelumnya," ujarnya.
Yang jelas, lanjut Ginting, dirinya saat ini dalam kondisi yang bagus untuk Thomas Cup. Persiapannya lebih banyak ke arah mental.
"Soal di dalam lapangan, tidak ada yang berbeda. Mental adalah hal yang penting dalam laga sebelumnya serta di lapangan," tandanya.
"Karena pada akhirnya, cara memukul kita tidak akan jauh berbeda. Yang membedakan adalah isi kepala kita."
Persiapannya lebih ke cara berusaha untuk tetap tenang dan tidak terlalu banyak pikiran.
"Saat kita terlalu banyak berpikir, kita akan khawatir," imbuhnya.