Nasional

Agustina Jadi Pimpinan BGN, Bakom Dorong Peningkatan Transparansi Pengelolaan Anggaran

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 05/06/2026 20:22 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menilai perombakan struktur pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah yang tepat dan progresif. Penunjukan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN diyakini akan memperkuat optimalisasi serta transparansi penggunaan anggaran lembaga tersebut.

Qodari mengatakan latar belakang Agustina sebagai mantan Wakil Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menjadi pertimbangan penting dalam pembenahan tata kelola BGN, terutama di tengah sorotan terhadap pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Ada mantan Wakil BPKP di BGN (Agustina Arumsari). Pasti itu tujuannya untuk meningkatkan optimalisasi sekaligus transparansi dari penggunaan anggaran di BGN,” ujar Qodari saat ditemui di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026).

Sebelumnya, pemerintah pada Selasa (2/6) menunjuk Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Keduanya menggantikan Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung yang sebelumnya menjabat di posisi tersebut.

Tak hanya merombak jabatan wakil kepala, pemerintah juga menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana. Pergantian tersebut dilakukan setelah Kejaksaan Agung menetapkan Dadan, Sony, dan Lodewyk sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dua hari setelah diumumkan menjabat Kepala BGN, Nanik menyatakan kepemimpinan baru lembaganya akan memprioritaskan pembenahan tata kelola dan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG, termasuk aspek pertanggungjawaban penggunaan anggaran dan efektivitas implementasi program.

“Prioritas kami adalah memastikan program ini berjalan secara efektif sehingga anggaran dan sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih baik bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan gizi,” kata Nanik di Kantor BGN, Kamis (4/6/2026).

Selain pembenahan tata kelola, BGN juga akan memperketat pengawasan kualitas layanan MBG. Nanik menyebut pihaknya akan meningkatkan pembinaan terhadap satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) guna memastikan seluruh dapur MBG memenuhi standar keamanan pangan dan kualitas pelayanan.

Sementara itu, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menegaskan pelaksanaan proyek MBG ke depan akan dijalankan secara akuntabel, transparan, dan berkelanjutan. Menurutnya, penguatan integrasi data dan sistem informasi menjadi langkah penting agar kebijakan yang diambil berbasis data valid.

Agustina menambahkan rekomendasi dari berbagai lembaga pengawas akan menjadi bagian dari upaya penyempurnaan tata kelola yang kini tengah dilakukan BGN.

Artikel Lainnya