Jakarta, INDONEWS.ID – Kodam IX/Udayana mengungkap kronologi bentrokan antara oknum anggota TNI dari Kodim 1630/Manggarai Barat dengan personel Brimob di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menyebabkan seorang anggota kepolisian mengalami luka tikam.
Peristiwa tersebut disebut bermula dari keributan di sebuah acara syukuran pelantikan anggota Brimob di Wae Mata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Rabu (10/6/2026) malam.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tiga anggota Kodim 1630/Manggarai Barat yakni Pratu I.B., Pratu I.W., dan Pratu F.R. menghadiri acara syukuran pelantikan anggota Brimob atas nama Bripda J.G. sebagai tamu undangan.
“Ketiga anggota TNI tersebut hadir sebagai tamu undangan dan diterima dengan baik oleh tuan rumah,” kata Amrizal dalam keterangannya di Denpasar, Sabtu (13/6/2026).
Namun, situasi berubah ketika di tengah acara terdengar instruksi agar seluruh anggota Brimob meninggalkan lokasi. Sekitar 30 menit kemudian, lebih dari 15 anggota Brimob disebut kembali mendatangi tempat berlangsungnya acara.
Dari hasil pendalaman awal, sejumlah anggota Brimob diduga menarik salah satu anggota TNI, Pratu I.B., ke arah jalan raya sebelum terjadi pemukulan dan pengeroyokan.
Melihat rekannya dikeroyok, Pratu I.W. berusaha memberikan bantuan. Namun, ia juga disebut menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah personel Brimob yang berada di lokasi.
Dalam kondisi terdesak, Pratu I.W. kemudian melarikan diri menuju rumah orang tuanya untuk mengambil sebuah pisau kerambit.
“Keterangan yang diperoleh dari hasil pemeriksaan menunjukkan adanya dugaan pengeroyokan terhadap dua anggota Kodim oleh sejumlah anggota Brimob yang berada di lokasi,” ujar Amrizal.
Menurutnya, dugaan pengeroyokan tersebut diperkuat oleh kesaksian sejumlah warga yang mengaku melihat langsung insiden tersebut. Warga bahkan sempat mencoba melerai, namun keributan tetap berlanjut.
Berdasarkan berita acara pemeriksaan, Pratu I.W. mengakui telah melakukan penikaman terhadap salah satu anggota Brimob yang terlibat dalam insiden itu. Meski demikian, tindakan tersebut diklaim dilakukan karena merasa keselamatannya terancam di tengah situasi pengeroyokan.
Setelah terdengar teriakan adanya korban tertusuk, situasi di lokasi disebut mulai mereda. Korban yang mengalami luka kemudian segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kodam IX/Udayana menegaskan bahwa informasi yang disampaikan saat ini masih berdasarkan hasil pemeriksaan awal. Proses investigasi lebih lanjut masih dilakukan oleh Subdenpom IX/1-1 Ende guna mengungkap secara utuh kronologi, motif, serta pihak-pihak yang terlibat.
“Kami mengimbau seluruh pihak agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Proses hukum dan investigasi masih berjalan untuk memastikan seluruh fakta terungkap secara objektif dan transparan,” kata Amrizal.
Ia menambahkan, apabila ditemukan pelanggaran hukum yang dilakukan anggota TNI, maka akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Hal serupa juga akan diterapkan kepada pihak lain yang terbukti melakukan tindakan melawan hukum.
Kodam IX/Udayana memastikan insiden tersebut bersifat individual dan tidak mencerminkan hubungan kelembagaan antara TNI dan Polri. Hingga kini, sinergi kedua institusi di wilayah Manggarai Barat disebut tetap terjaga melalui koordinasi dan komunikasi intensif selama penanganan perkara berlangsung.