Bisnis

Perkuat Literasi dan Kurikulum Ekonomi Syariah, 150 Sekolah di Jawa Tengah Ikut Workshop Sekolah Pelopor

Oleh : very - Senin, 29/06/2026 15:09 WIB


Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, dan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah menyelenggarakan Workshop Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah (SPES) di Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat dan Sabtu (26 - 27 Juni 2026). (Foto: Ist)

 

Semarang, INDONEWS.ID - Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, dan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah menyelenggarakan Workshop Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah (SPES) di Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat dan Sabtu (26 - 27 Juni 2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memperkuat implementasi kurikulum dan literasi ekonomi syariah di lingkungan pendidikan menengah.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel MG Setos Semarang ini diikuti oleh 150 SMA, SMK, dan SLB dari seluruh Jawa Tengah yang terdiri atas 60 SMA, 82 SMK dan 8 SLB dengan melibatkan sekitar 450 peserta, yang terdiri atas kepala sekolah dan guru.

Workshop ini menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem pendidikan yang mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sejak jenjang sekolah menengah.

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Assoc Prof Dr Sutan Emir Hidayat mengatakan bahwa SPES Jawa Tengah ini adalah SPES dengan jumlah peserta terbanyak yang pernah di selenggarakan di Indonesia. “Juga menjadi SPES pertama yang di ikuti oleh Sekolah Luar Biasa (SLB),” ujarnya melalui pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Workshop SPES merupakan bentuk sinergi lintas lembaga dalam meningkatkan kapasitas pendidik agar mampu mengintegrasikan nilai - nilai ekonomi syariah ke dalam proses pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh penguatan materi mengenai konsep ekonomi syariah, pengembangan kurikulum, serta strategi implementasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.

 

 

Diharapkan Lahir Sekolah Pelopor

Kolaborasi antara KNEKS, KDEKS Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, dan Bank Indonesia tersebut diharapkan dapat melahirkan sekolah-sekolah pelopor yang menjadi pusat pengembangan literasi ekonomi syariah di daerah.

Program ini sekaligus mendukung penguatan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman ekonomi syariah sejak usia sekolah, sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional.

Workshop ini juga menjadi momentum memperkuat jejaring antar satuan pendidikan dalam mengembangkan inovasi pembelajaran ekonomi syariah.

Keterlibatan kepala sekolah dan guru sebagai agen perubahan, diharapkan implementasi program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan literasi ekonomi syariah di kalangan peserta didik.

Melalui penyelenggaraan Workshop SPES, para pemangku kepentingan menegaskan komitmen bersama untuk membangun generasi muda yang tidak hanya memahami prinsip-prinsip ekonomi syariah, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta mendukung terwujudnya Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Pada Juli 2025, sebanyak 117 sekolah dari 7 provinsi telah ditetapkan sebagai Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah yang terdiri dari SMA dan SMK.

Sedangkan hingga kini, SPES pada Juni 2026, terdapat 267 sekolah yang terdiri dari SMA, SMK dan SLB, dengan rincian yaitu: Provinsi Sumatera Barat, 1 SMA; Provinsi Riau, 2 SMA dan 2 SMK; Provinsi Sumatera Selatan, 5 SMA dan 6 SMK; Provinsi Sulawesi Selatan, 24 SMA; Provinsi D.I.Yogyakarta, 29 SMA dan 17 SMK; Provinsi Sulawesi Tengah, 1 SMA dan 2 SMK; Provinsi Jawa Barat, 16 SMA dan 11 SMK; dan Provinsi Jawa Tengah, 60 SMA, 82 SMK dan 8 SLB. *

Artikel Lainnya