Nasional

Dramatis! Jenazah Pilot Pesawat PT AMA Air Akhirnya Berhasil Dievakuasi dari Ketinggian 2.292 Mdpl

Oleh : Rikard Djegadut - Jum'at, 03/07/2026 11:05 WIB


 

Jakarta, INDONEWS.ID – Kabut tebal yang menyelimuti pegunungan Yahukimo perlahan tersibak ketika tim Koops TNI Habema menembus salah satu wilayah paling sulit dijangkau di Papua Pegunungan. Di tengah medan terjal dan keterbatasan akses, operasi penyelamatan akhirnya membuahkan hasil.

Jenazah pilot PT AMA Air, Nicholas F. Goselin, berhasil dievakuasi dari Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Jumat (3/7), sehari setelah pesawat yang diterbangkannya dibakar dalam serangan kelompok bersenjata.

Keberhasilan evakuasi tersebut menjadi bagian dari Operasi Khusus Perebutan Cepat yang digelar Koops TNI Habema untuk menguasai dan mengamankan lapangan terbang sebagai titik masuk bantuan, sekaligus melaksanakan Search and Rescue (SAR) taktis terhadap korban di lokasi kejadian.

Operasi melibatkan 10 personel Koops TNI Habema dengan dukungan dua helikopter Caracal. Seluruh rangkaian evakuasi dilakukan secara cepat, terukur, dan terkoordinasi mengingat medan pegunungan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi serta minimnya akses menuju lokasi.

Wakil Panglima Koops TNI Habema Brigjen Riyanto menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pilot PT AMA Air, Nicholas F. Goselin. Ia menegaskan, operasi tersebut tidak hanya bertujuan mengevakuasi korban, tetapi juga memastikan keamanan masyarakat dan mendukung proses penegakan hukum.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum. Prioritas kami adalah menyelamatkan korban, mengamankan lokasi, melindungi masyarakat, serta mendukung proses penegakan hukum terhadap para pelaku," ujar Riyanto dalam keterangan tertulis, Jumat.

Sebelumnya, pesawat perintis PT AMA Air dengan registrasi PK-RCY dibakar oleh kelompok yang diduga merupakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Bandara Ipdeheik pada Kamis (2/7). Dalam insiden tersebut, pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, dilaporkan meninggal dunia.

Proses evakuasi sempat menghadapi berbagai kendala karena lokasi kejadian berada di kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 2.292 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi geografis yang ekstrem membuat petugas tidak dapat menjangkau lokasi melalui jalur darat.

Kasatgas Humas Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Yusuf Sutejo sebelumnya menjelaskan, seluruh penanganan di lapangan bergantung pada transportasi udara menggunakan penerbangan perintis.

"Proses penanganan di lapangan turut menghadapi kendala kondisi geografis. Belum adanya akses jalur darat sehingga hanya dapat dijangkau menggunakan penerbangan perintis," kata Yusuf dalam keterangannya.

Ia menambahkan, cuaca di kawasan pegunungan juga menjadi faktor yang harus diperhitungkan dalam pelaksanaan evakuasi maupun investigasi.

"Bandara yang berada pada ketinggian sekitar 2.292 meter di atas permukaan laut menjadi hambatan petugas untuk tiba di lokasi dengan mempertimbangkan kondisi cuaca," ujarnya.

Dengan berhasil dievakuasinya jenazah korban, aparat kini melanjutkan pengamanan wilayah sekaligus mendukung proses penyelidikan untuk mengungkap pelaku penyerangan dan pembakaran pesawat yang melayani penerbangan perintis di wilayah pedalaman Papua tersebut.

Artikel Lainnya