Jakarta, INDONEWS.ID – Layanan kereta api yang menghubungkan Teheran dengan Kota Mashhad dihentikan sementara setelah serangan terbaru Amerika Serikat (AS) merusak jalur perkeretaapian di Iran. Penangguhan dilakukan di tengah rangkaian prosesi pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dijadwalkan dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, pada Kamis (9/7).
Stasiun televisi pemerintah Iran melaporkan penghentian layanan dilakukan karena jalur kereta mengalami kerusakan dan harus segera diperbaiki.
Perusahaan Kereta Api Republik Islam Iran menyatakan kerusakan tersebut merupakan dampak dari apa yang disebut sebagai "serangan kriminal oleh musuh AS-Israel" yang menghantam infrastruktur perkeretaapian.
Pihak perusahaan menyebut tim teknis telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan perbaikan. Sementara itu, transportasi darat disiapkan guna mengangkut penumpang yang terdampak penghentian layanan kereta.
Serangan terbaru militer AS dilaporkan terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.30 waktu setempat. Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, menyebut sedikitnya tujuh proyektil menghantam kawasan Jembatan Aq Tekeh Khan yang menjadi bagian dari jalur kereta api menuju Mashhad.
Dua dari tujuh proyektil tersebut dilaporkan meledak di sekitar rel kereta sehingga menyebabkan kerusakan pada jalur perlintasan.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam pernyataan terpisah mengungkapkan bahwa dua jembatan di provinsi timur yang menjadi akses menuju Mashhad turut menjadi sasaran serangan militer AS.
IRGC menuding Washington sengaja menargetkan infrastruktur transportasi guna mengganggu prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang berlangsung di sejumlah kota sebelum pemakaman terakhir di Mashhad.
Khamenei dilaporkan tewas pada hari pertama serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Prosesi penghormatan terakhir berlangsung sejak 3 Juli di beberapa lokasi, termasuk Irak.
Pada Selasa (7/7), jenazah Khamenei diterbangkan ke Bandara Internasional Najaf sebelum dibawa ke Karbala. Setelah itu, jenazah dipulangkan ke Iran untuk dimakamkan di Mashhad, kota kelahirannya.
Serangan terbaru AS terjadi meski sebelumnya Washington dan Teheran telah menyepakati gencatan senjata serta menandatangani nota kesepahaman (MoU) perdamaian pada 17 Juni lalu.
Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut merupakan respons atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial di Selat Hormuz pada Selasa serta serangan Teheran terhadap pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain sehari berikutnya.
Eskalasi terbaru ini kembali meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah dan memunculkan kekhawatiran bahwa kesepakatan damai yang sempat dicapai kedua negara akan runtuh.
