Olah Raga

Nama Baik Timnas Argentina Terancam Pesan Politik, FIFA Siapkan Sanksi?

Oleh : donatus nador - Jum'at, 17/07/2026 11:50 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID –Nama baik Timnas Argentina selama melewati tujuh laga Piala Dunia terancam dicoreng aksi yang dinilai bermuatan politik.

Aksi bermutan politik dimaksud yakni membentang spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas atau Malvinas adalah milik Argentina”.

Celakanya, sosok gelandang Giovani Lo Celso terlihat memegang spanduk itu saat perayaan di lapangan Mercedes-Benz Stadium, Atlanta,  Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.
Sontak aksi itu menjadi perbincangan hangat seluruh jagad bola. Pasalnya, pesan tersebut mengacu pada klaim Argentina atas Kepulauan Falkland.

Pulau ini dikenal sebagai Malvinas di negara Amerika Selatan tersebut yang berkaitan dengan sengketa politik Inggris dan Argentina.

Kemunculan spanduk itu langsung menjadi sorotan karena FIFA  sehati tidak bisa menerima pesan politik dalam pertandingan dan lingkungan stadion.

Hingga kini, FIFA belum mengumumkan jenis tindakan yang akan diambil terhadap Argentina.

Dikutip dari AS, FIFA disebutkan  akan memeriksa laporan resmi pertandingan sebelum memutuskan apakah perlu membuka proses disiplin.

Aturan permainan dari International Football Association Board (IFAB) jelas menyatakan perlengkapan pemain tidak boleh memuat slogan, pernyataan, atau gambar yang bersifat politik, agama, dan pribadi.

Pelanggaran dapat berujung pada sanksi dari penyelenggara kompetisi, asosiasi sepak bola nasional, atau FIFA.

Spanduk yang dibawa pemain Argentina bukan bagian dari perlengkapan pertandingan. Namun, pesan tersebut tetap berpotensi dinilai berdasarkan regulasi kompetisi dan ketentuan disiplin FIFA.

FIFA juga menyediakan kode etik stadion untuk Piala Dunia 2026 yang mengatur perilaku penonton serta barang yang boleh dibawa ke arena pertandingan.

Argentina bisa saja menerima peringatan atau denda apabila FIFA menilai spanduk tersebut melanggar regulasi.

Tindakan terhadap pemain yang terlibat juga tetap terbuka. Namun, hukuman berupa larangan bermain dinilai lebih jarang diterapkan untuk kasus pesan politik seperti ini.

Besarnya sanksi akan bergantung pada penilaian FIFA terhadap maksud, tingkat keterlihatan, serta lamanya spanduk tersebut ditampilkan.

FIFA memiliki komite disiplin yang berwenang menjatuhkan hukuman kepada asosiasi anggota, pemain, klub, dan ofisial berdasarkan Kode Disiplin FIFA.

Hingga kini belum ada batas waktu pasti untuk penerbitan keputusan. Keputusan dapat muncul sebelum ataupun setelah Argentina menghadapi Spanyol pada final Piala Dunia 2026, Minggu (19/7/2026).

FIFA menjadwalkan pertandingan final berlangsung di New York New Jersey Stadium, East Rutherford.

Tentang Sengketa Malvinas 

Diketahui, Kepulauan Falkland atau Malvinas berada di Samudra Atlantik Selatan.

Wilayah tersebut saat ini berstatus sebagai teritori seberang laut Inggris, sedangkan Argentina terus menyatakan klaim kedaulatan, terhadap pulau itu.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sendiri mengakui adanya sengketa kedaulatan antara Argentina dan Inggris terkait kepulauan itu.

Ketegangan kedua negara memuncak pada perang 1982. Argentina menguasai kepulauan tersebut pada April sebelum pasukan Inggris mengambilnya kembali sekitar 2 bulan kemudian.

Sengketa tersebut terus menjadi persoalan sensitif dalam hubungan Argentina dan Inggris.

Isu Malvinas juga kerap muncul ketika kedua negara bertemu di lapangan sepak bola.

Spanduk Malvinas muncul setelah Argentina memastikan tempat di final melalui kemenangan dramatis atas Inggris.

Dalam pertandingan dramatis, Argentina menang 2-1. Tim Tango menang pada menit-menit terakhir pertandingan setelah sebelumnya tertinggal 1-0.

Inggris unggul lebih dahulu lewat Anthony Gordon. Argentina kemudian membalikkan keadaan melalui gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez pada pengujung pertandingan.

Argentina kini memburu gelar Piala Dunia keempat sekaligus berusaha mempertahankan trofi yang diraih pada 2022.

Namun, persiapan Lionel Messi dan kawan-kawan menuju final kini terganggu oleh kemungkinan proses disiplin akibat spanduk Malvinas.

Dapatkah Messi dkk tetap fokus dan tidak terganggu aksi pembentangan spanduk beraroma politik?

Artikel Lainnya