Bisnis

Dirayu Intensif Besar, Menkeu Purbaya Minta Toyota Pindahkan Pabrik ke Indonesia

Oleh : rio apricianditho - Kamis, 06/08/2026 11:54 WIB


Dirayu Intensif Besar, Menkeu Purbaya Minta Toyota Pindahkan Pabrik ke Indonesia

Jakarta, INDONEWS.ID - Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan keseriusannya menjadikan Tanah Air sebagai pusat industri otomotif di Asia Tenggara. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka mengajak Toyota memindahkan basis manufaktur utamanya dari Thailand ke Indonesia, dengan iming-iming berbagai insentif dan kemudahan investasi.

Ajakan tersebut disampaikan saat pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang. Menurut Purbaya, Indonesia memiliki keunggulan sebagai pasar otomotif terbesar di kawasan, sehingga sudah selayaknya menjadi pusat produksi utama kendaraan Toyota di Asia Tenggara.

Pemerintah pun menjanjikan berbagai fasilitas bagi investor, mulai dari insentif fiskal hingga kemudahan perizinan yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga. Skema tersebut disebut serupa dengan dukungan yang sebelumnya diberikan kepada sejumlah perusahaan otomotif yang menanamkan investasinya di Indonesia.

Selain memperkuat daya saing industri nasional, kehadiran basis produksi kendaraan dinilai akan membuka lapangan kerja dalam jumlah besar sekaligus mendorong pertumbuhan industri pendukung, mulai dari pemasok komponen hingga sektor logistik.

Menanggapi ajakan tersebut, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, menyatakan fasilitas produksi Toyota di Indonesia sebenarnya memiliki kemampuan untuk merakit kendaraan komersial seperti Hilux yang saat ini masih diproduksi di Thailand.

Namun, Nandi menegaskan relokasi produksi bukan keputusan yang bisa dilakukan dalam waktu singkat. Menurutnya, ekosistem industri kendaraan komersial di Thailand telah terbentuk selama bertahun-tahun, termasuk jaringan pemasok komponen dan rantai pasok yang sudah terintegrasi.

Meski demikian, ajakan pemerintah membuka peluang baru bagi penguatan industri otomotif nasional. Jika relokasi produksi benar-benar terwujud, Indonesia berpotensi menjadi salah satu basis manufaktur kendaraan terbesar di kawasan sekaligus memperkuat posisinya sebagai tujuan utama investasi otomotif global.

Artikel Lainnya