Jakarta, INDONEWS.ID - Sejak dideklarasikan pada 27 Juli 2026, Kabinet Bayangan Indonesia terus bergeliat. Mereka terus melakukan gebrakan untuk terus memberi warna bagi perjalanan pemerintahan.
Kabinet Bayangan (shadow cabinet) merupakan sebuah konsep politik yang digagas oleh sekelompok masyarakat sipil dengan membentuk struktur kabinet alternatif yang menyerupai kabinet pemerintah formal Presiden Prabowo Subianto untuk mengawasi, mengkritik, dan menawarkan kebijakan tandingan.
Kabinet Bayangan menggagas akan menggelar diskusi di Sanctuary Auditorium, Menara Kuningan, H.R. Rasuna Said, Jakarta pada Sabtu 8 Agustus 2026.
Mengusung konsep diskusi yang dikemas dengan sentuhan komedi dan satire politik, acara ini menghadirkan sejumlah tokoh publik dari berbagai latar belakang untuk membahas isu-isu nasional dari sudut pandang yang berbeda.
Melalui format santai namun tetap kritis, Kabinet Bayangin diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus hiburan bagi masyarakat yang ingin menikmati pembahasan politik dengan cara yang lebih segar.
Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari, salah satu pemrakarsa yang juga menjabat Menteri Sekretaris Negara Bayangan, kepada Indonews.id mengatakan, gagasan tersebut dilakukan demi kepentingan publik.
”Apa yang kita sudah lakukan berkaitan dengan kepentingan publik, (dan) itu cukup berdampak dan antusias(me) publik, juga cukup luas. Misalnya ketika kita melaksanakan acara kuliah di Kabinet Bayangan yang datang banyak sekali, kelasnya full begitu ya. Dan itu menandakan antusias publik soal kebijakan-kebijakan alternatif dalam bernegara,” ujarnya di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Dosen Universitas Andalas (Unand) Padang ini mengatakan, ke depan, Kabinet Bayangan dirancang untuk menghadapi demonstrasi dari mahasiswa. Demonstrasi ini sangat penting untuk memberikan pelajaran bahwa dialog itu sangat penting.
”Ke depan kita juga akan ada Kabinet Bayangan didemo mahasiswa yang akan segera dalam waktu dekat. Dan bagi saya itu juga penting untuk memberikan gambaran bahwa kami siap berdialog dengan siapapun dan kritik bukanlah sesuatu yang harus menakutkan bagi kita semua, termasuk untuk didemo oleh mahasiswa. Jadi nanti (hal ini) akan segera diumumkan kegiatannya dan teman-teman media juga bisa saksikan,” bebernya.
Salah satu persoalan yang diangkat, kata Fery, yaitu terkait kegagalan negara dalam mengurus pajak. Karena itu, Kabinet Bayangan akan membuat konsep yaitu masyarakat bisa menyalurkan bantuan secara urunan untuk membantu warga negara yang sedang berada dalam kesulitan, termasuk dalam hal-hal layanan publik yang ada.
”Jadi urunan itu akan melalui pihak ketiga untuk membantu misalnya sekolahan yang runtuh, atau layanan pendidikan yang tidak berfungsi, pelayanan kesehatan yang bermasalah dan lain-lain,” ucapnya.
Fery mengatakan, hal tersebut dilakukan sebagai alat pemicu bagi pemimpin negara agar mereka dapat bekerja sebaik-baiknya.
”Ini sebagai alat pemicu bagi pemimpin negara agar mereka dapat bekerja sebaik-baiknya sebagai kawan tanding. Yang kami inginkan agar mereka mampu bekerja maksimal. Tapi kami kasih contoh dulu, begini loh cara ngurus pajak yang baik, bukan kemudian tidak mampu berdampak bagi masyarakat luas,” ujarnya.
”Targetnya, pemerintah bisa bekerja dengan baik, berpikir kritik ditampung, kerja-kerja lebih sistematis dan taat konsep administrasi dan keterbukaan dibangun agar kemudian kementerian publik bisa betul-betul maksimal terjadi,” lanjutnya.
Dia mengatakan, selama pemerintahan belum bekerja dengan baik maka Kabinet Bayangan akan terus ada.
”Selama pemerintahannya belum bekerja baik, ya kami akan terus ada. Kalau pemerintah sudah dipercaya publik, kerjanya benar, taat konstitusi, ya ndak diperlukan, kami otomatis akan membubarkan diri sendiri,” pungkasnya. *