Jakarta, INDONEWS.ID - Di balik deretan buku autobiografi para tokoh ternama Indonesia, nama Endah Alberthienne menjadi sosok yang tak asing. Penulis yang telah menggarap lebih dari 70 autobiografi ini mengaku tak pernah menawarkan jasanya kepada siapa pun.
Justru para tokohlah yang datang mencarinya untuk mempercayakan kisah hidup mereka menjadi sebuah buku inspiratif.
"Saya tidak pernah menawarkan diri untuk menulis autobiografi seseorang. Mereka yang mencari saya," ujar Endah.
Perjalanan kariernya sebagai penulis autobiografi pun penuh cerita. Ia mengenang bagaimana setelah menyelesaikan buku tentang Krisdayanti, keesokan harinya langsung mendapat telepon dari produser Raam Punjabi. Tak lama kemudian, legenda musik Titiek Puspa juga menghubunginya. Dari situlah kepercayaan para tokoh publik terus mengalir hingga kini.
Bagi Endah, menulis autobiografi bukan sekadar menyusun kisah hidup seseorang, melainkan menghadirkan inspirasi yang bisa dipetik banyak orang. Menurutnya, cara paling mudah belajar tentang kehidupan adalah melalui pengalaman nyata orang lain.
Belakangan, Endah juga dipercaya menulis perjalanan hidup atlet bulu tangkis Kevin Sanjaya. Baginya, setiap tokoh memiliki cerita yang berbeda, namun ada satu benang merah yang selalu ia temukan.
"Yang paling menarik buat saya adalah melihat bagaimana seseorang berproses dari nobody menjadi somebody. Hampir semua tokoh yang saya tulis pernah melewati perjuangan yang sangat terjal. Sangat sedikit yang hidupnya berjalan mulus," ungkapnya.
Alberthienne Endah penulis terkenal yang telah menulis banyak tokoh di Indonesia tertarik untuk menulis tentang Asri Hadi selain sebagai Dewan Redaksi Indonews.id juga aktif di 30 organisasi sosial secara sukarela (tanpa dibayar), pertemuan singkat diacara Pandel.
Selama lebih dari dua dekade berkarya, Endah melihat bahwa kesuksesan bukanlah hasil keberuntungan semata. Di balik nama besar para tokoh, selalu ada kerja keras, kegagalan, pengorbanan, dan ketekunan yang menjadi fondasi keberhasilan mereka.
Melalui puluhan autobiografi yang telah ditulisnya, Endah Alberthienne berharap setiap kisah mampu menjadi penyemangat bagi pembacanya. Sebab, menurutnya, pengalaman hidup seseorang bukan hanya layak dikenang, tetapi juga bisa menjadi pelajaran berharga bagi siapa saja yang tengah berjuang meraih mimpi.
