Jakarta, INDONEWS.ID – Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris menggantikan Keir Starmer pada Senin (20/7/2026). Pengangkatan Burnham berlangsung setelah ia bertemu dengan Raja Charles III di Istana Buckingham.
Burnham bersama istrinya, Marie France van Heel, tiba di Istana Buckingham sekitar pukul 12.05 waktu setempat. Ia kemudian memasuki istana dan bertemu dengan Raja Charles III.
Dalam tradisi konstitusional Inggris, pertemuan antara raja dan pemimpin yang ditunjuk untuk membentuk pemerintahan baru menandai pengangkatan resmi sebagai perdana menteri.
Burnham menggantikan Starmer yang sebelumnya mengundurkan diri sebagai perdana menteri. Starmer juga telah menyampaikan pengunduran dirinya kepada Raja Charles III.
Dalam pidato terakhirnya sebagai perdana menteri, Starmer menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Inggris dan menyatakan bahwa tugasnya telah selesai.
“Tugas saya sudah selesai,” kata Starmer.
Pergantian kepemimpinan tersebut terjadi setelah tekanan politik terhadap Starmer meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Kepemimpinannya menghadapi kritik terkait kondisi ekonomi dan kinerja pemerintahan.
Tekanan terhadap Starmer juga menguat setelah Partai Buruh mengalami kekalahan dalam pemilu sela. Kondisi itu memicu desakan dari sejumlah anggota partai agar Starmer mengundurkan diri.
Burnham, yang sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester, kini menjadi perdana menteri ketujuh Inggris dalam satu dekade. Ia juga menjadi pemimpin Partai Buruh setelah terpilih dalam proses pergantian kepemimpinan partai tersebut.
