Daerah

Tenun Toraja Didorong Naik Kelas, Koperasi Jadi Jalan Perluasan Pasar dan Penguatan Perajin

Oleh : Alvin Demianus - Minggu, 30/08/2026 15:46 WIB


Menteri Koperasi, Ferry Juliantono bersama Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg didampingi kadis pariwisata Tana Toraja pantau langsung Lomba Tenun Toraja
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono bersama Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg didampingi kadis pariwisata Tana Toraja pantau langsung Lomba Tenun Toraja

Tana Toraja, INDONEWS.ID — Kain tenun Toraja mulai diarahkan untuk menembus pasar yang lebih luas, tidak hanya sebagai simbol budaya dan busana tradisional, tetapi juga sebagai produk fashion bernilai ekonomi tinggi.


Dorongan tersebut disampaikan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono saat menghadiri penutupan Pesona Tenun dan Budaya Toraja 2026 di Pasar Seni Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Sabtu (29/8/2026).


Ferry menilai, tenun Toraja memiliki modal kuat untuk berkembang menjadi komoditas unggulan. Namun, potensi tersebut perlu ditopang dengan penguatan kapasitas produksi, pembiayaan, konsistensi kualitas, hingga strategi pemasaran yang mampu menjangkau pasar yang lebih luas.


 “Kain tenun Toraja bukan sekadar hasil karya, tetapi bagian dari identitas, warisan, sekaligus potensi ekonomi yang patut terus kita kembangkan,” Ungkap Ferry dalam sambutannys.


Menurutnya, perkembangan industri fashion telah mengubah cara masyarakat memandang kain tenun. Tenun Nusantara kini tidak lagi identik dengan pakaian adat, tetapi telah berkembang menjadi berbagai produk fashion modern yang dapat diterima oleh generasi muda.


Karena itu, Ferry mendorong para perajin tenun di Tana Toraja tidak berjalan sendiri-sendiri. Koperasi dinilai dapat menjadi instrumen untuk mengonsolidasikan para pelaku usaha, memperbesar kapasitas produksi, memperkuat posisi tawar, serta membuka akses pembiayaan dan pasar.


Persoalan yang dihadapi perajin, Menurut Ferry, bukan semata kemampuan menghasilkan produk. Banyak pelaku usaha telah memiliki keterampilan dan kualitas produk yang baik, tetapi masih menghadapi keterbatasan modal, kapasitas produksi, standardisasi mutu, dan pemasaran.


“Koperasi hadir untuk menjembatani karya dengan pasar, agar kreativitas tidak berhenti menjadi karya, tetapi tumbuh menjadi usaha dan kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.


Selain sektor tenun, Ferry juga mendorong pembentukan Koperasi Kopi Tana Toraja sebagai wadah konsolidasi pelaku usaha kopi. Koperasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas kopi sebelum dipasarkan ke pasar yang lebih luas.


Ferry menyebut LPDB Koperasi siap memberikan pendampingan kepada koperasi yang terbentuk, termasuk dalam penguatan usaha dan akses pembiayaan.


“Melalui koperasi, potensi kopi Toraja diharapkan dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk,” ungkapnya.


Sementara itu, Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg melihat perkembangan industri tenun sebagai peluang strategis bagi penguatan ekonomi kerakyatan di daerah.


Zadrak menilai keterlibatan generasi muda dalam dunia pertenunan menjadi modal penting untuk memastikan keberlanjutan industri kreatif lokal. Menurutnya, semakin banyak anak muda yang terlibat, semakin besar pula peluang tenun Toraja berkembang menjadi sektor ekonomi yang produktif.


“Tenunan bukan lagi sekadar warisan, tapi mesin penggerak ekonomi,” kata Zadrak.


Dorongan tersebut sekaligus menempatkan tenun Toraja pada tantangan baru: bagaimana menjaga identitas dan nilai budaya di tengah tuntutan industri fashion modern. 


Transformasi menuju komoditas global tidak hanya membutuhkan desain yang menarik, tetapi juga produksi yang konsisten, kualitas yang terstandar, kelembagaan usaha yang kuat, serta akses pasar yang berkelanjutan.

Dengan demikian, pengembangan tenun Toraja tidak berhenti pada pelestarian budaya, tetapi diarahkan menjadi ekosistem ekonomi yang mampu memberikan nilai tambah dan manfaat langsung bagi para perajin serta masyarakat Tana Toraja.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Tana Toraja Erianto Laso` Paundanaan, Staf Khusus Menkop Wahyono, Direktur Utama LPDB Krisdianto, Ketua Tim Penggerak PKK/Dekranasda Tana Toraja Erni Yetti, jajaran Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, Forkopimda, dan pengrajin tenun dari setiap kecamatan.


Artikel Lainnya