Jakarta, INDONEWS.ID - Diklat Toyo harua mengakui keunggulan BTC di laga kelima Liga Jakarta U-17. Mereka dipaksa 3 kali memungut bola di gawangnya dan hanya mampu membalas 1 gol ke gawang lawan. Diklat Toyo menyerah 1-3 atas BTC, hal itu membuat pelatih Diklat Toyo meluapkan emoai diluar kebiasaannya .
Di babak pertama Diklat Toyo memang terlihat kedodoran menahan gempuran BTC, bahkan mereka hanya sesekali menekan lawan itupun lewat serangan balik. Hingga babak pertama usai Diklat Toyo terus ditekan lawan, kedudukan imbang 1-1 saat peluit panjang akhir babak pertama. .
Di babak kedua, pelatih Diklat Toyo merubah strategi dan membangkit semangat pemain, usaha itu berhasil mereka pun lebih banyak menekan lawan. Bahkan di pertengahan babak kedua mereka memiliki peluang yang terbuka lebar, pemain depan Toyo mampu mengecoh kiper namun sepakan keras mampu diblok pemain belakang lawan, bola liar itu pun disambut pemain Toyo lainnya namun nasibnya sama juga di blok pemain tersebut, padahal gawang terbuka lebar tanpa pengawalan kiper.
Bermain di udara terik menguras stamina dua kesebelasan namun akibat gagal memanfaatkan peluang emas membuat mental Diklat Toyo makin menurun, lawan berhasil menambah 2 gol lagi itu pun akibat kesalahan kiper Diklat Toyo yang kurang lengket menangkap bola.
Usai pertandingan, Riski pelatih Diklat Toyo marah besar melihat anak asuhnya gagal memanfaatkan kesempatan, andai saja pemain depan mereka fokus bisa menghasilkan gol. Dimana saat itu gawang ditinggalkan kiper BTC tapi sepakan kerasnya mampu dihalau pemain belakang BTC.
Kemarahan itu juga, ia tumpahkan pada kiper yang melakukan 2 kali blunder sehingga lawan bisa mencetak 2 gol tambahan. "Ini karena kalian tidak serius latihan secara individu maupun bersama, masa gak ada kiper nggak gol juga", tambahnya.
Melihat hal itu, di pertandingan berikutnya dirinya akan lebih keras lagi menggembleng anak asuhnya dan memberi masukan pada pengasuh Diklat untuk lebih mendisplinkan para pemain, terutama saat latihan. Menurutnya, di 3 pertandingan terakhir ini dirinya ingin meraih kemenangan guna mengejar klasmen, sisa 2 pertandingan dan ia bertekad anak asuhnya harus meraih kemenangan.
Sementara manager BTC, senang melihat kerja keras pemain sehingga mampu membawa poin 3 di pertandingan kali ini. Meski awalnya pesimis apalagi melihat timnya terus ditekan lawan. Kemenangan kali ini tak membuat pihaknya jumawa tapi menjadi 'cambuk' untuk pertandingan berikutnya.
Menurutnya, menghadapi pertandingan mendatang, mereka akan fokus pada stamina pemain agar tak lagi kedodoran saat melawan Diklat Toyo main di jam 12.30, stamina pemainnya melorot tajam.