Nasional

Resmikan Penataan Kawasan Kumuh di Gresik, Menko AHY Tegaskan Rumah Layak Huni Fondasi Kesejahteraan Rakyat

Oleh : very - Minggu, 02/08/2026 20:51 WIB


Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat meresmikan hasil penataan Kawasan Permukiman Kumuh Terpadu di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2026). (Foto: Humas Kemenko Infra)

Gresik, INDONEWS.ID – Pemerintah terus mempercepat transformasi kawasan kumuh menjadi lingkungan permukiman yang sehat, aman, dan layak huni sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat meresmikan hasil penataan Kawasan Permukiman Kumuh Terpadu di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2026).

Di kawasan seluas sekitar tujuh hektare tersebut, sebanyak 166 rumah dibangun dan ditingkatkan kualitasnya melalui Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu yang didukung kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Sebelum berbicara mengenai produktivitas dan kualitas hidup, kita harus memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak,” ujar Menko AHY.

Menurutnya, rumah yang layak bukan sekadar bangunan fisik, melainkan fondasi bagi terciptanya kehidupan yang lebih sehat, aman, dan produktif. Hal tersebut menjadi semakin penting bagi masyarakat Desa Campurejo yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan masih memiliki banyak anak usia dini.

“Mereka membutuhkan ruang hidup yang sehat, aman, dan nyaman agar anak-anak dapat tumbuh dengan baik, para orang tua dapat mencari nafkah dengan tenang, dan pada akhirnya kualitas hidup masyarakat terus meningkat,” lanjutnya.

Menko AHY menjelaskan penataan kawasan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya memperbaiki rumah warga, tetapi juga membangun infrastruktur dasar yang menunjang kualitas hidup masyarakat. Berbagai fasilitas yang dibangun meliputi jaringan air bersih, saluran rumah tangga, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), tandon air, jalan lingkungan, drainase, serta fasilitas sanitasi lainnya.

“Semua ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Ada keterlibatan Kementerian ATR/BPN terkait aspek pertanahan, dukungan IPPAT, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Kementerian Pekerjaan Umum. Yang dibangun bukan hanya rumah, tetapi juga ekosistem permukiman yang lebih sehat dan layak,” jelasnya.

Menko AHY menegaskan pembangunan permukiman merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto yang terus dikawal pelaksanaannya oleh Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Menurutnya, keberhasilan penataan kawasan di Desa Campurejo menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan permukiman yang lebih layak sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini adalah ikhtiar besar pemerintah pusat bersama pemerintah daerah. Mudah-mudahan kita terus memperjuangkan agar rumah-rumah masyarakat dan kawasan permukimannya semakin asri, aman, sehat, bersih, dan indah. Pada akhirnya, itulah yang akan melahirkan masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi berbagai dinamika kehidupan,” kata Menko AHY.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan program penataan kawasan kumuh akan terus berlanjut. Menurutnya, setelah penyelesaian program di Desa Campurejo, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan penanganan enam kawasan tambahan sesuai kapasitas yang tersedia.

“Insya Allah tahun ini akan ada enam lokasi lagi yang akan kami lanjutkan. Penanganan kawasan kumuh membutuhkan kerja bersama dan dilakukan secara bertahap agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati lingkungan permukiman yang layak,” ujar Gubernur Khofifah.

Khofifah menambahkan secara nasional masih terdapat sekitar 6.000 kawasan yang masih berkategori kumuh, termasuk sejumlah kawasan di Jawa Timur. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci agar penataan kawasan terus diperluas.

Seluruh pengerjaan fisik dan infrastruktur pendukung penanganan permukiman kumuh terpadu telah mencapai progres 100 persen, meliputi pembangunan 102 rumah baru, peningkatan kualitas 43 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan jalan lingkungan sepanjang 4.136 meter, drainase sepanjang 5.487,5 meter, satu unit tandon air, jaringan perpipaan dan 339 Sambungan Rumah (SR) air minum, tujuh unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal, serta satu unit Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Dalam kunjungan kerja ke Jawa Timur, Menko AHY didampingi Sekretaris Kementerian Koordinator Ayodhia G. Kalake, Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Ronny Ariuly Hutahayan, Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antarlembaga Agust Jovan Latuconsina, Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi Sigit Raditya, Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Herzaky Mahendra Putra, serta Staf Khusus Bidang Percepatan Pembangunan Irjen Pol. Arief Rachman. *

Artikel Lainnya