Nasional

Menkes: Hati Saya Sedih Usai Pasien BPJS yang Dicibir Dokter Meninggal Dunia

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 06/08/2026 07:56 WIB


Menkes: Hati Saya Sedih Usai Pasien BPJS yang Dicibir Dokter Meninggal Dunia

 

Jakarta, INDONEWS.ID – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan duka atas meninggalnya seorang pasien BPJS Kesehatan yang sebelumnya menjadi sorotan publik setelah unggahannya di media sosial Threads mendapat cibiran, termasuk dari akun yang diduga milik tenaga kesehatan.

Budi mengatakan setiap kematian masyarakat menjadi perhatian serius pemerintah, terlebih jika terjadi pada usia muda. Menurutnya, tugas utama Kementerian Kesehatan adalah meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia.

"Sebagai Menteri Kesehatan, tugas saya dari Bapak Presiden menaikkan rata-rata angka harapan hidup rakyat Indonesia, dari 72 ke 76 tahun," kata Budi usai menerima kunjungan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono di Kantor Kementerian Kesehatan, Rabu (5/8).

"Jadi setiap ada yang meninggal, hati saya sedih, apalagi kalau meninggalnya muda," lanjutnya.

Budi mengaku merasa gagal apabila masih ada masyarakat yang meninggal sebelum mencapai rata-rata angka harapan hidup. Karena itu, ia menegaskan seluruh fasilitas kesehatan harus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pasien tanpa membedakan latar belakang maupun skema pembiayaan.

"Jadi harusnya memang kita usahakan memberikan layanan terbaiklah agar mereka bisa usianya lanjut sampai ke 76," ujarnya.

Ia juga mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam sistem layanan kesehatan nasional, baik dari sisi fasilitas, peralatan medis, maupun sumber daya manusia. Meski demikian, pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan.

"Kekurangan itu ada, itu yang harus kita perbaiki baik di fasilitas kesehatannya, di alat-alat kesehatannya, maupun di SDM kesehatannya," kata Budi.

Kasus ini bermula dari unggahan akun Threads @yurizaltrich pada 22 Juli 2026. Dalam unggahannya, pasien mengaku telah menunggu selama delapan jam namun belum mendapatkan ruang perawatan. Ia tidak menyebutkan nama rumah sakit tempat dirinya berobat, meski mengungkapkan bahwa dirinya merupakan peserta BPJS Kesehatan.

Alih-alih mendapat simpati, unggahan tersebut justru dibanjiri komentar bernada sinis dan merendahkan. Warganet kemudian menemukan sejumlah komentar yang diduga berasal dari akun milik tenaga kesehatan, termasuk akun @erudarahaadini yang diketahui milik Elda Putri Rahardini, seorang dokter yang disebut bertugas di RSUP Dr Sardjito.

Elda kemudian menyampaikan permintaan maaf dan mengakui komentarnya tidak pantas. Namun, pada Sabtu (1/8), pasien yang mengunggah keluhan tersebut dilaporkan meninggal dunia.

Kabar itu memicu gelombang kritik publik terhadap sikap sebagian tenaga kesehatan di media sosial serta mendorong kembali pembahasan mengenai etika profesi dan kualitas pelayanan kesehatan bagi pasien BPJS.

 

Artikel Lainnya