Nasional

Dengar Curhat Mahasiswa UNDIP, Mentan Amran Langsung Beraksi

Oleh : very - Kamis, 06/08/2026 19:44 WIB


Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat mendengar mahasiswa UNDIP, Adriano Padama asal Kabupaten Alor curhat. (Foto: Humas Kementan)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat mendengar mahasiswa UNDIP, Adriano Padama asal Kabupaten Alor curhat. (Foto: Humas Kementan)

Semarang, INDONEWS.ID - Momen Penerimaan 5.155 Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun Akademik 2026/2027, Kamis (6/8), menjadi panggung lahirnya sebuah keputusan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman tidak hanya memberikan motivasi kepada ribuan mahasiswa baru, tetapi juga langsung mengambil tindakan setelah mendengar keluhan seorang mahasiswa asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengenai tingginya harga beras di daerah asalnya.

Di hadapan Rektor, jajaran guru besar, dosen, dan ribuan mahasiswa baru, Mentan Amran awalnya menyampaikan bagaimana menjemput keberhasilan dan kesuksesan. 

"Kalau mau berhasil, kita harus berkolaborasi. Dimulai dengan mimpi besar, tapi itu belum cukup, kita harus take action. Selanjutnya harus kita  harus persisten, terus menerus tidak boleh berhenti, dan harus bertahan dalam kesulitan," ujar Mentan Amran.

Suasana kemudian berubah haru ketika sesi dialog diinterupsi seorang mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional, Adriano Padama asal Kabupaten Alor. Mahasiswa tersebut menceritakan kondisi kampung halamannya yang masih menghadapi keterbatasan distribusi pangan akibat letak geografis kepulauan.

Ia menjelaskan kebutuhan beras masyarakat Alor mencapai sekitar 24–27 ribu ton per tahun, sementara kemampuan produksi daerah hanya mampu memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan. Kondisi tersebut menyebabkan harga beras di wilayahnya kerap melambung, terutama di daerah pedalaman.

"Kalau di wilayah perkotaan harganya sekitar Rp13 ribu sampai Rp15 ribu per kilogram. Tapi di pedalaman bisa Rp17 ribu sampai Rp18 ribu. Saat terjadi hujan, jadi susah kirim beras. harganya bisa mencapai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram," ungkap Adriano.

Adriano juga menyampaikan keprihatinannya terhadap masyarakat di daerahnya, terutama anak-anak, yang terpaksa mengganti konsumsi beras dengan umbi-umbian karena harga pangan yang terlalu mahal.

Mendengar penjelasan tersebut, Mentan Amran langsung menghentikan sejenak rangkaian acara dan menghubungi Direktur Utama Perum Bulog melalui sambungan telepon di hadapan seluruh peserta.

"Pak Dirut Bulog, Kabupaten Alor ada gudang Bulog di sana? Kalau belum ada, bangun gudang di sana. Hari ini juga kirim beras ke Alor. Saya minta harga beras sesuai arahan Bapak Presiden, Rp12.500 per kilogram," tegas Mentan Amran.

Mentan Amran menekankan bahwa masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah terluar harus memperoleh akses pangan dengan harga yang sama seperti daerah lain di Indonesia.

"Hari ini juga dikirim. Saya akan pantau langsung. Ambil nomor teleponnya, nanti laporkan lagi kepada saya perkembangan di lapangan. Saudara-saudara kita di Alor harus mendapatkan beras dengan harga terjangkau," katanya.

Tidak berhenti pada penugasan pengiriman beras, Mentan Amran juga meminta Bulog memastikan ketersediaan infrastruktur distribusi agar pasokan pangan dapat terjaga secara berkelanjutan di Kabupaten Alor.

Sebagai bentuk kepedulian kepada mahasiswa tersebut, Mentan Amran bahkan menyatakan akan membantu biaya tempat tinggal mahasiswa selama menempuh pendidikan di Semarang.

"Saya selesaikan. Kos-kos kamu dua tahun saya bantu. Yang penting kamu belajar dengan sungguh-sungguh dan sukses," ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan para mahasiswa.

Menjelang akhir sambutannya, Mentan Amran mengingatkan bahwa kesempatan menjadi mahasiswa UNDIP merupakan anugerah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

"Hari ini adalah momentum emas. Kalian dipilih menjadi bagian dari mahasiswa UNDIP. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Orang tua kalian siang malam berdoa agar melihat anak-anaknya berhasil sebelum ajal menjemput. Muliakan kedua orang tua kalian, hormati dosen-dosen kalian. Insyaallah 10 sampai 15 tahun ke depan kalian akan memetik kesuksesan," pesan Mentan Amran.

Aksi spontan Mentan Amran tersebut mendapat apresiasi dari sivitas akademika UNDIP. Keputusan yang diambil secara langsung di tengah forum menjadi bukti bahwa persoalan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti ketika pemerintah hadir, mendengar, dan bergerak cepat.

Langkah tersebut juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sehingga seluruh masyarakat Indonesia dapat memperoleh akses terhadap beras dengan harga yang terjangkau. *

Artikel Lainnya