Bisnis

PLN UP2B DKI Jakarta dan Banten Tingkatkan Awareness Pengoperasian PLTU Labuan untuk Perkuat Keandalan Pasokan Listrik

Oleh : rio apricianditho - Jum'at, 07/08/2026 15:15 WIB


PLN UP2B DKI Jakarta dan Banten Tingkatkan Awareness Pengoperasian PLTU Labuan untuk Perkuat Keandalan Pasokan Listrik

Jakarta, INDONEWS.ID - PT PLN (Persero) Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (PLN UIP2B Jamali) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban DKI Jakarta dan Banten (UP2B Jakban) terus memperkuat kompetensi sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan sistem kelistrikan.

Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan peningkatan awareness pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuan yang dilaksanakan melalui knowledge sharing dan site visit ke PLNIndonesia Power UBP Labuan.

General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, menyampaikan bahwa penguatan kompetensi personel merupakan bagian penting dalam memastikan sistem kelistrikan mampu beroperasi secara andal dan adaptif menghadapi dinamika kebutuhan listrik.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman personel terhadap pengoperasian PLTU berbahan bakar batubara, memperdalam pengetahuan mengenai pengelolaan energi primer, serta memperkuat sinergi antara unit pembangkitan dan pengatur operasi sistem dalam mendukung keandalan pasokan listrik.

Manager PLN UP2B Jakban, Akhmad Duli, menjelaskan bahwa pemahaman terhadap karakteristik operasi pembangkit menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pengambilan keputusan pada pengoperasian sistem tenaga listrik.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan awareness personel operasi sistem mengenai pengoperasian PLTU batubara sehingga koordinasi antarunit semakin optimal dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat," ujar Duli.

PLTU memiliki peran strategis dalam menopang Sistem Kelistrikan DKI Jakarta dan Banten. Setidaknya terdapat empat subsistem yang pasokan dayanya bergantung pada PLTU batubara, yakni Subsistem Suralaya 3–Suralaya 1,2; Subsistem Lontar–Balaraja 1,2–Kembangan 1,2; Subsistem Cilegon–Labuan–Cilegon 1,2,3,4; serta Subsistem Pratu–Salak–Cibinong 1,2–Depok 1,2.

Kesiapan unit pembangkit beserta kecukupan energi primer menjadi faktor penting dalam memenuhi kebutuhan daya sekaligus menjaga stabilitas sistem kelistrikan di wilayah DKI Jakarta dan Banten.

Selama kegiatan, peserta memperoleh pemaparan mengenai proses bisnis pembangkitan listrik berbasis batubara, pengelolaan energi primer, strategi menjaga kesiapan unit pembangkit, hingga mekanisme koordinasi antara unit pembangkitan dan pengatur operasi sistem.

Kegiatan juga dilengkapi dengan plant tour untuk memberikan gambaran langsung mengenai proses operasional PLTU Labuan serta berbagai aspek yang mendukung keandalan pembangkit.

Senior Manager PLN Indonesia Power UBP PLTU Banten 2 Labuan, Tarsis Tinggi, menyampaikan bahwa sinergi antarfungsi menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan.

"Kami menyambut baik kegiatan ini sebagai sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman. Pemahaman yang baik mengenai proses operasi PLTU, kesiapan unit, serta pengelolaan energi primer akan mendukung koordinasi yang lebih efektif antara unit pembangkitan dan pengatur operasi sistem, sehingga keandalan pasokan listrik kepada masyarakat dapat terus terjaga," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, PLN terus memperkuat kapabilitas personel operasi sistem agar memiliki pemahaman yang lebih komprehensif terhadap karakteristik pengoperasian PLTU sebagai salah satu tulang punggung penyediaan energi listrik.

Dengan kompetensi sumber daya manusia yang terus ditingkatkan serta sinergi yang semakin erat antarunit, PLN berkomitmen menghadirkan sistem kelistrikan yang andal, aman, dan berkualitas untuk mendukung aktivitas masyarakat serta pertumbuhan

Artikel Lainnya