Nasional

Dari Kabtor Bupati hingga Kantor DPRD

Mencekam! Begini Duduk Perkara Pembakaran Sejumlah Kantor Pemerintahan di Puncak

Oleh : Rikard Djegadut - Rabu, 12/08/2026 18:33 WIB


Kobaran api disertai asap tebal membumbung tinggi dari salah satu kantor dinas di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Selasa (11/8/2026) malam. Aksi pembakaran kantor pemerintahan itu terjadi setelah penyaluran dana desa tahap pertama regular yang dilaksanakan Selasa siang. (Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela)
Kobaran api disertai asap tebal membumbung tinggi dari salah satu kantor dinas di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Selasa (11/8/2026) malam. Aksi pembakaran kantor pemerintahan itu terjadi setelah penyaluran dana desa tahap pertama regular yang dilaksanakan Selasa siang. (Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela)

Jakarta, INDONEWS.ID - Selasa (11/8/2026) siang, penyaluran dana desa tahap pertama reguler di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, berjalan tanpa gangguan. Dana desa disalurkan untuk 206 kampung yang tersebar di 25 distrik. Beberapa jam kemudian, suasana di Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak, berubah drastis.

Sekelompok warga mendatangi Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) untuk menyampaikan protes. Situasi yang semula berjalan normal perlahan memanas hingga berujung pada pembakaran kantor pemerintah dan sejumlah fasilitas lainnya.

Kapolres Puncak AKBP Domingos De F Ximenes membenarkan terjadinya pembakaran sejumlah kantor pemerintahan daerah. Namun, ia mengatakan polisi masih mendalami penyebab pasti kerusuhan.

“Penyebab pasti kami masih dalami. Memang sebelum kejadian ada penyaluran DD untuk 206 kampung dari 25 distrik,” ujar Domingos.

Berawal dari Protes di Kantor PMK

Sebelum kerusuhan pecah, aktivitas masyarakat di Ilaga berlangsung seperti biasa. Tidak ada tanda-tanda akan terjadi aksi besar.

Situasi mulai berubah ketika sekelompok warga mendatangi Kantor PMK. Mereka menyampaikan protes yang diduga berkaitan dengan penyaluran dana desa tahap pertama reguler yang berlangsung pada siang hari.

Bupati Puncak Elvis Tabuni kemudian datang ke lokasi. Kehadiran kepala daerah tersebut dimaksudkan untuk menenangkan massa dan meredakan ketegangan.

Namun, upaya tersebut tidak berhasil.

Sekitar pukul 18.30 WIT, massa mengamuk dan membakar Kantor PMK. Dari titik tersebut, aksi kemudian meluas ke sejumlah kantor pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Puncak.

Api Menjalar ke Sejumlah Kantor Pemerintah

Sejumlah bangunan pemerintahan menjadi sasaran. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kantor Bupati Puncak dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Puncak turut dibakar.

Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial, Kantor Keuangan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Dinas Kesehatan, serta Kantor Pendapatan Daerah juga menjadi sasaran.

Kantor Ketahanan Pangan dan Kantor Inspektorat turut terdampak. Bahkan, Kantor Inspektorat dilaporkan dijarah.

Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga sempat dibakar. Namun, api berhasil dipadamkan sebelum kerusakan semakin meluas.

Sebuah gedung yang berada di belakang Bank Papua turut menjadi sasaran. Amukan massa juga menyasar kendaraan dinas berupa Toyota Hilux berwarna putih milik Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Puncak.

Persoalan penyaluran dana desa diduga menjadi pemicu awal aksi. Penyaluran dana desa tahap pertama reguler memang berlangsung pada Selasa siang, beberapa jam sebelum massa mendatangi Kantor PMK.

Dana tersebut disalurkan untuk 206 kampung dari 25 distrik di Kabupaten Puncak.

Meski demikian, polisi belum menyimpulkan bahwa persoalan penyaluran dana desa secara langsung menjadi penyebab kerusuhan. Menurut Domingos, penyaluran sebelumnya berlangsung aman.

Karena itu, kepolisian masih mendalami bagaimana protes terkait dana desa berkembang menjadi aksi pembakaran dan penjarahan sejumlah fasilitas pemerintah.

Puncak Masih Siaga Satu

Memasuki Rabu (12/8/2026), situasi keamanan di Kabupaten Puncak masih dalam kondisi siaga satu.

Personel TNI-Polri dikerahkan untuk menjaga sejumlah titik yang dinilai rawan. Patroli dilakukan, sementara pendataan terhadap bangunan yang terdampak pembakaran terus berlangsung.

Personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama jajaran Polsek setempat turut disiagakan untuk menjaga keamanan.

Sementara itu, personel Satgas Gakkum Tindak Operasi Damai Cartenz ditempatkan dalam posisi siaga di Kotis.

Polisi juga mengimbau massa membubarkan diri dan meninggalkan lokasi pembakaran.

“Personel dan masyarakat mengimbau agar massa membubarkan diri meninggalkan lokasi pembakaran,” kata Domingos.

Untuk saat ini, aparat masih berupaya mengendalikan situasi sekaligus mencari jawaban atas satu pertanyaan penting: bagaimana penyaluran dana desa yang pada siang hari berlangsung aman dapat berubah menjadi kerusuhan dan pembakaran kantor pemerintahan hanya beberapa jam kemudian?

Jawaban atas persoalan itulah yang kini tengah didalami aparat.

Artikel Lainnya