Nasional

HUT ke-81 RI, Akademisi Podomoro University Isyak Meirobie: Negeri Ini Berdiri Kukuh Bukan Karena Kita Tidak Pernah Lelah

Oleh : very - Kamis, 13/08/2026 11:53 WIB


Akademisi Podomoro University yang juga ketua Umum DPP Asosiasi Wisata Olahraga dan minat khusus Indonesia (ISSITA), Isyak Meirobie (Foto: Ist)
Akademisi Podomoro University yang juga ketua Umum DPP Asosiasi Wisata Olahraga dan minat khusus Indonesia (ISSITA), Isyak Meirobie (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Tinggal menghitung hari, rakyat Indonesia akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Negara Indonesia. Perayaan HUT di tahun ini tampak “adem ayem” - tidak seperti biasaya heboh- di tengah tekanan ekonomi-politik yang masih menghimpit bangsa ini.

Namun, hal tersebut tidak menghilangkan arti penting atau makna kemerdekaan bangsa, yang telah diproklamasikan oleh para pendiri bangsa puluhan tahun lalu. Kini, bangsa Indonesia terus mengisi kemerdekaan dengan terus berkarya melangkah maju bersama.

Akademisi Podomoro University yang juga ketua Umum DPP Asosiasi Wisata Olahraga dan minat khusus Indonesia (ISSITA), Isyak Meirobie mengatakan, 81 tahun lalu, kemerdekaan bangsa ini diproklamasikan dengan keberanian. Kini, kita tidak boleh mengelak bahwa tantangan itu nyata ada. Karena itu, kita harus berkerja keras, menjaga api keberanian itu tidak padam.  

“Hari ini, kemerdekaan itu diuji dan dihidupkan kembali dalam perjuangan kita sehari-hari— di ruang-ruang kelas, di tengah teriknya jalanan, di balik meja-meja kerja, dan di dapur-dapur rumah tangga yang terus berjuang menjaga asap dapur tetap mengepul. Kita tidak memejamkan mata bahwa tantangan hari ini nyata, persaingan kian keras, dan lelah sering kali menyapa," ujarnya melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Kamis (13/8/2026).  

Walau tantangan akan selalu ada, katanya, kita tidak memilih menyerah. Bahkan, kita harus meningkatkan rasa kepedulian, karena hal tersebut merupakan benteng terkuat bagi bangsa ini dalam menghadapi berbagai masalah.

​"Namun, lihatlah ke kiri dan ke kanan kita. Negeri ini berdiri kukuh bukan karena kita tidak pernah lelah, melainkan karena kita tak pernah memilih untuk menyerah. Ketangguhan Indonesia tidak hanya tertulis di buku sejarah, tetapi berdenyut di dalam nadi setiap rakyatnya yang saling menopang saat badai datang. Rasa peduli dan gotong royong itulah yang menjadi benteng terkuat kita," kata Wakil Bupati Belitung periode 2018–2023.

​Menurut mantan juru bicara pribadi bidang wisata olahraga (sport tourism) Sandiaga Uno itu masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh besarnya ombak yang menghantam, tetapi oleh seberapa rapat kita memegang kemudi bersama.

”Di usia ke-81 ini, mari kita ubah setiap peluh menjadi batu bata pembangunan, dan setiap kerja keras menjadi jalan menuju Indonesia yang lebih adil, mandiri, dan bermartabat. Untuk anak-cucu kita, untuk rumah besar bernama Indonesia,” pungkasnya. *

 

Artikel Lainnya